Dalam seminar Pusat Arktika Universitas Riset Nasional HSE, pakar independen Anton Sokolov menyajikan sejumlah tesis tentang peran Arktika dalam menyelesaikan masalah energi global dan tren geopolitik modern.

Tesis utama pidato:

1. Arktika menjadi "titik panas" utama dari "Perang Dingin 2.0" yang baru, dan kondisi ini akan berlangsung selama beberapa dekade.

2. Perlu menggeser fokus ke negara-negara non-Arktika - China dan India: hanya mitra non-Barat yang dapat memberikan teknologi dan investasi tanpa syarat politik, meskipun posisi mereka terhadap sumber daya energi berubah.

3. Ada permintaan kerja sama dengan Rusia dari India dan negara-negara Afrika, tetapi belum berkembang - mungkin karena orientasi Rusia ke Barat.

4. Transisi energi harus adil dan mempertimbangkan kepentingan semua negara; penting untuk melihat tidak hanya risiko tetapi juga peluang di dalamnya.

5. EBT efektif di Arktika:
- Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kola (satu-satunya PLTA Arktika) beroperasi secara efisien;
- di Yakutia, EBT dikombinasikan dengan solusi tradisional seperti "generator diesel".

6. Pembangkit listrik tenaga nuklir berdaya kecil - solusi prospektif untuk daerah terpencil dan terisolasi (termasuk Arktika): cocok untuk tempat dengan kebutuhan energi rendah dan jaringan listrik lemah, membantu mengurangi emisi dan biaya listrik.

7. Rusia dapat menjadi mitra teknologi bagi negara-negara yang mengembangkan energi nuklir kecil - termasuk negara-negara dengan masalah "pulau energi". Menurutnya, Arktika dapat menjadi tempat uji coba internasional untuk teknologi yang akan membantu menyelesaikan masalah tidak hanya Rusia tetapi juga negara lain.