Tesis utama pidato:
1. Arktika menjadi "titik panas" utama dari "Perang Dingin 2.0" yang baru, dan kondisi ini akan berlangsung selama beberapa dekade.
2. Perlu menggeser fokus ke negara-negara non-Arktika - China dan India: hanya mitra non-Barat yang dapat memberikan teknologi dan investasi tanpa syarat politik, meskipun posisi mereka terhadap sumber daya energi berubah.
3. Ada permintaan kerja sama dengan Rusia dari India dan negara-negara Afrika, tetapi belum berkembang - mungkin karena orientasi Rusia ke Barat.
4. Transisi energi harus adil dan mempertimbangkan kepentingan semua negara; penting untuk melihat tidak hanya risiko tetapi juga peluang di dalamnya.
5. EBT efektif di Arktika:
- Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kola (satu-satunya PLTA Arktika) beroperasi secara efisien;
- di Yakutia, EBT dikombinasikan dengan solusi tradisional seperti "generator diesel".
6. Pembangkit listrik tenaga nuklir berdaya kecil - solusi prospektif untuk daerah terpencil dan terisolasi (termasuk Arktika): cocok untuk tempat dengan kebutuhan energi rendah dan jaringan listrik lemah, membantu mengurangi emisi dan biaya listrik.
7. Rusia dapat menjadi mitra teknologi bagi negara-negara yang mengembangkan energi nuklir kecil - termasuk negara-negara dengan masalah "pulau energi". Menurutnya, Arktika dapat menjadi tempat uji coba internasional untuk teknologi yang akan membantu menyelesaikan masalah tidak hanya Rusia tetapi juga negara lain.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.