New York, 1959. Max Bialystock (Nathan Lane), yang dulu bersinar di Broadway, mengalami kemunduran—pertunjukannya ditutup pada malam premiere. Semuanya berubah ketika seorang akuntan gugup, Leo Bloom (Matthew Broderick), datang dengan tawaran tak terduga: mementaskan sebuah kegagalan yang dijamin, mengumpulkan uang dari investor jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan, dan karena pertunjukan akan segera hilang dari panggung, diam-diam mengantongi sisanya. Maka lahirlah ide musikal 'Springtime for Hitler', yang ditulis oleh mantan Nazi Franz Liebkind. Tampaknya tidak ada yang bisa menghalangi skema ini—kecuali, mungkin, kesuksesan yang tak terduga. Meskipun awalnya syuting film direncanakan di Toronto, keringanan pajak yang besar dari New York memungkinkan produksi dipindahkan ke kota itu sendiri, ke studio baru 'Steiner Studios' di Brooklyn. Produser Mel Brooks kemudian bercanda bahwa salah satu alasan pindah adalah bagel Kanada—'terlalu lembut'.
Lokasi Syuting:
Bethesda Terrace (Central Park)
Di Film


Adegan di mana Produser pertunjukan Broadway yang gagal, Max Bialystock, mempekerjakan akuntan yang gugup dan pemalu, Leo Bloom, untuk memeriksa keuangannya. Saat meninjau buku akuntansi, Leo merasa ngeri menemukan ketidaksesuaian sebesar $2.000. Namun, saat mendalami perhitungan, dia membuat penemuan tak terduga: jika pertunjukan itu gagal, tidak ada yang akan mengharapkan keuntungan, dan dengan demikian, kantor pajak tidak akan memeriksa catatan secara teliti. Dia bercanda bahwa dengan menjual kelebihan saham dan mengantongi dana, kegagalan bisa menghasilkan hingga $2 juta. Max, menangkap potensi skema penipuan ini, meminta Leo untuk membantu mewujudkannya.
Di Dunia Nyata



Adegan difilmkan di Bethesda Terrace di Central Park, di tingkat 72nd Street—salah satu tempat paling indah dan ikonik di Manhattan. Kompleks arsitektur bergaya Neo-Renaissance ini mencakup tangga ganda megah yang mengarah ke Air Mancur Bethesda yang terkenal dan ke danau.
Jalan
Di Film


Adegan di mana Max menjalin hubungan dengan beberapa wanita tua untuk menarik sponsor mendanai musikal. Ini memungkinkannya mengumpulkan hingga $2 juta. Galkin harus belajar dari master seperti itu!
Di Dunia Nyata

Adegan difilmkan di gedung 953–955 Fifth Avenue, antara 76th dan 77th Street, di kawasan bergengsi Upper East Side Manhattan. Rumah-rumah elegan ini, dibangun pada awal abad ke-20, merupakan contoh arsitektur klasik New York dengan fasad batu kapur yang indah, jendela tinggi, dan detail besi tempa. Terletak di seberang Central Park, mereka menciptakan suasana aristokrat yang nyaman dan mewah.
Central Park
Di Film


Adegan di mana sekelompok wanita tua eksentrik, terpesona oleh Max Bialystock yang karismatik dan cerdik, melakukan nomor musik tak terduga. Awalnya mereka berjalan dengan sopan menggunakan tongkat, tetapi dengan melodi yang bersemangat, mereka tiba-tiba mulai menari serempak, menunjukkan kelincahan dan semangat yang mengejutkan. Tongkat mereka berubah menjadi alat peraga dansa, dan langkah mereka menjadi elemen koreografi yang hampir teatrikal.
Di Dunia Nyata



Adegan difilmkan di Central Park—oasis hijau legendaris di jantung Manhattan, antara 59th dan 110th Street, dan antara Fifth dan Eighth Avenue. Ini adalah taman kota terbesar di New York dengan luas sekitar 3,4 km², dibuat pada abad ke-19 sebagai ruang publik yang dirancang khusus pertama di AS untuk rekreasi warga. Arsitek taman ini adalah Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux, yang membayangkannya sebagai perpaduan ideal antara alam dan budaya, terintegrasi secara harmonis ke dalam ruang kota.
Alun-Alun
Di Film

Adegan di mana setelah tarian serempak yang bersemangat dan tak terduga di Central Park, para wanita tua, berseri-seri dengan kegembiraan dan genit, mengelilingi Max Bialystock. Dengan musik yang main-main, satu per satu mereka mengeluarkan tumpukan uang tunai yang diikat rapi dari tas mereka.
Di Dunia Nyata


Adegan difilmkan di dekat patung Atlas yang terkenal di Fifth Avenue, antara 50th dan 51st Street, tepat di seberang Katedral St. Patrick—di pusat Manhattan. Ini adalah salah satu titik paling dikenal di New York, terletak di pintu masuk Rockefeller Center. Patung perunggu, dibuat oleh Lee Lawrie dengan partisipasi Rene Paul Chambellan dan dipasang pada tahun 1937, menggambarkan Titan Atlas yang perkasa, memegang bola langit di pundaknya.

Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.