Syuting film berlangsung di berbagai tempat yang tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi menjadi elemen penting dalam narasi. Sutradara Brady Corbet menggunakan lokasi yang beragam, seperti studio seniman dan galeri, yang menjadi arena interaksi karakter dan ide-ide mereka. Syuting di ruang terbuka, seperti pabrik terbengkalai atau kawasan industri, juga memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer. Tempat-tempat ini menonjolkan tema kehilangan dan keterlupaan yang meresapi film. Lokasi-lokasi tersebut berfungsi sebagai katalisator konflik emosional dan kreatif para karakter.

Lokasi syuting:

Tambang di Carrara

Dalam film

Adegan di mana László, seorang arsitek yang berusaha mewujudkan proyek ambisiusnya, menghadapi kekurangan marmer yang diperlukan untuk menyelesaikan bangunan. Dia memutuskan untuk menghubungi teman lamanya dari Italia, yang dulunya adalah bagian dari milisi anti-fasis dan sekarang menguasai tambang di Carrara. Ketika László tiba di Carrara, dia dihadapkan pada atmosfer yang sarat dengan ketegangan politik. Tambang, yang berada di bawah kendali temannya, menjadi simbol perjuangan fisik dan ideologis. Secara visual, adegan ini dipenuhi dengan bidikan marmer putih dan tebing megah, yang sesuai dengan bentuk brutal bangunan yang coba dibangun László.

Dalam kenyataan

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di kota Carrara, Italia, yang terkenal dengan marmer putihnya yang indah, yang selama berabad-abad sangat dihargai oleh para seniman. Pemandangan menakjubkan dan jalan-jalan indah Carrara menciptakan atmosfer unik dalam film dan membuat cerita terasa nyata. Di tambang Carrara, sepanjang sejarahnya, lebih banyak marmer telah ditambang daripada di tempat lain di planet ini. Namun, bekerja di tambang sangat berbahaya, yang memberikan suasana mencekam pada adegan yang diambil di sana dan semakin mencerminkan pergulatan tokoh utama.

Tempat penampungan di gereja

Dalam film

Adegan di mana László tinggal di tempat penampungan amal di sebuah gereja, di mana ia berteman dengan Gordon, seorang Afrika-Amerika miskin. Keduanya berusaha mengatasi kesulitan hidup. Gordon mengetahui bahwa László diam-diam menggunakan heroin sebelum bekerja berbahaya di galangan kapal. László menerima uang untuk perbaikan perpustakaan, yang sebelumnya ditahan, dan bersama Gordon menghabiskannya untuk heroin. Adegan ini penuh dengan ketegangan emosional.

Dalam kenyataan

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di Budapest, di sebuah sinagoga bersejarah di Lapangan Telaki. Tempat ini dikelilingi oleh bangunan elegan dan area hijau, menawarkan ketenangan yang jauh dari hiruk pikuk kota. Sinagoga ini merupakan pusat penting bagi komunitas Yahudi Budapest. Di area sinagoga juga terdapat monumen peringatan korban Holocaust dan pemakaman Yahudi, yang menekankan pentingnya tempat ini sebagai monumen peringatan dan duka.