Syuting film berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Gurun Karakum di Turkmenistan dan pesisir Laut Kaspia dekat Makhachkala. Gurun Karakum dipilih karena pemandangannya yang keras dan indah, sangat cocok untuk menciptakan suasana petualangan timur. Pesisir Laut Kaspia menambah realisme pada adegan dengan perahu Vereshchagin, menekankan isolasi dan bahaya yang dihadapi para pahlawan. Lokasi-lokasi ini tidak hanya meningkatkan visual film, tetapi juga membantu menyampaikan semangat zaman dan tempat di mana aksi berlangsung.
Lokasi syuting:
Rumah asal Sukhov dalam kenangan
Dalam film


Adegan di mana Sukhov tidur dan bermimpi tentang rumahnya yang ditinggalkan dan kekasihnya Yekaterina Matveyevna. Dalam mimpi ini, dia melihatnya di desa hijau asal mereka. Yekaterina Matveyevna menatapnya dengan mata birunya. Sukhov merasakan kehangatan dan ketenangan, mengingat momen-momen ini. Namun, tiba-tiba dia terbangun dan menyadari bahwa dia berada di gurun yang keras. Di sekelilingnya hanya ada pasir dan matahari yang terik. Adegan ini menekankan kerinduannya akan rumah dan kekasihnya.
Dalam kenyataan

Adegan ini difilmkan di Desa Mistolovo, yang terletak di Oblast Leningrad, memainkan peran penting dalam syuting film "Matahari Putih Gurun". Pada tahun 1968, ketika syuting dimulai, Mistolovo adalah tempat yang tenang dan indah, dikelilingi hutan dan ladang. Di sini terdapat dacha komposer Isaak Schwartz, yang menulis musik untuk film tersebut. Sutradara Vladimir Motyl, setelah mengunjungi tempat-tempat ini, memutuskan bahwa tempat itu sangat cocok untuk syuting adegan mimpi Kamerad Sukhov. Mistolovo dipilih karena keterpencilannya dan keindahan alamnya, yang memungkinkan terciptanya suasana tenang dan melamun yang diperlukan untuk adegan mimpi. Tempat-tempat ini juga menyediakan kondisi yang nyaman bagi kru film, karena terletak tidak jauh dari Leningrad (sekarang Sankt-Peterburg), tempat studio film "Lenfilm" berada. Saat ini, Mistolovo telah banyak berubah. Tempat ini menjadi populer di kalangan penduduk Sankt-Peterburg dan sekitarnya karena kedekatannya dengan kota dan alamnya yang indah. Di sini telah dibangun kompleks pondok modern dan dacha, serta infrastruktur untuk rekreasi dan tempat tinggal.
Gurun
Dalam film


Adegan di mana tokoh utama, prajurit Tentara Merah Fyodor Sukhov, pulang ke rumah setelah berada di Asia Tengah. Dalam perjalanan, dia menemukan seorang pria bernama Said yang terkubur hingga kepalanya di pasir, dan memutuskan untuk membantunya serta menggali hingga malam. Setelah menggali, Sukhov menyeretnya ke pemukiman terdekat, kota Pejent.
Dalam kenyataan

Adegan ini difilmkan di pasir bukit pasir Sarykum, syuting adegan ikonik sinema Soviet di mana Sukhov menemukan Said terkubur di pasir dan menggali. Bukit pasir Sarykum di Dagestan menjadi lokasi yang ideal karena menawarkan pemandangan yang beragam: dari hamparan gurun yang tak berujung hingga bukit pasir yang indah.
Pejent
Dalam film




Adegan di mana Sukhov bersama Said dan sembilan wanita yang dibebaskan tiba di Pejent. Dia mengetuk pintu, seorang lelaki tua bernama Lebedev membuka pintu, yang memperkenalkan dirinya sebagai penjaga museum. Sukhov bertanya di mana semua penduduk, dan dia menjawab bahwa mereka bersembunyi dan meminta untuk menyingkirkan haremnya. Sukhov menjawab bahwa para wanita yang dibebaskan akan bersembunyi di tempatnya dan jawaban tidak diterima.
Dalam kenyataan

Adegan ini difilmkan di sekitar kota Bayramali (Provinsi Mary, Turkmenistan). Kota Pejent dalam film "Matahari Putih Gurun" adalah gambaran kolektif kota-kota timur. Di dalamnya dapat dilihat elemen arsitektur dan budaya Asia Tengah. Sutradara Vladimir Motyl berusaha menciptakan gambaran kota yang cerah dan berkesan, yang akan menjadi salah satu elemen kunci film. Awalnya, adegan di kota Pejent difilmkan di Dagestan, di sekitar Makhachkala di pesisir Laut Kaspia. Namun, kemudian diputuskan untuk mengambil ulang sebagian besar adegan di tempat lain — di kota Bayramali, Provinsi Mary, Turkmenistan. Ini memungkinkan terciptanya gambaran yang lebih autentik dari kota timur dan penduduknya.

Komentar
0Belum ada komentar.