Film «Batya 2. Kakek» — merupakan sekuel dari film «Batya». Syuting film «Batya 2. Kakek» dimulai di studio film Moskow AMEDIA. Kemudian pengerjaan film berpindah ke desa Kyn, yang terletak 250 kilometer dari Perm. Didirikan pada tahun 1763, desa ini pada tahun 2020 mendapat status warisan sejarah berkat monumen arsitektur yang terawat, termasuk Gereja Tritunggal Mahakudus yang dibangun pada tahun 1864. Salah satu adegan film diambil di gereja ini. Selain itu, di Kyn, di stasiun kereta api setempat, diambil adegan paling megah dalam film tersebut. Untuk merealisasikannya, sekitar 100 orang figuran dilibatkan, serta menggunakan kereta retro dari masa Perang Patriotik Besar yang disediakan oleh Kereta Api Sverdlovsk. Setelah selesai syuting di desa Kyn, tim kembali ke Moskow untuk melanjutkan pengerjaan film.
Lokasi syuting:
Jalan desa
Di film


Adegan di mana kita melihat prosedur pencabutan gigi yang keras dan tanpa ampun oleh kakek: pada gigi susu (semoga) anak laki-laki diikatkan seutas tali, ujung lainnya diikatkan ke sepeda motor yang ditunggangi kakek. Cukup kasar, tetapi efektif dan cepat!
Di dunia nyata



Adegan diambil di desa Kyn, yang terletak di distrik Lysvensky, Krai Perm. Pemukiman bersejarah ini, yang sejarahnya dimulai pada tahun 1763, dikelilingi oleh alam Pegunungan Ural yang indah. Desa ini terletak di tepi Sungai Kyn, yang memberikan suasana dan keindahan tersendiri. Kyn terkenal dengan statusnya sebagai pemukiman bersejarah: banyak bangunan unik dari abad ke-18 hingga ke-19 yang terawat di sini.
Jalan di tepi sungai
Di film

Adegan di mana seorang gadis melaju dengan sepeda, ia dengan putus asa mengayuh pedal, tetapi rantai lepas, dan kekuatan kaki tidak lagi cukup untuk menghentikan laju. Dengan teriakan keras, malangnya ia meluncur menuruni bukit menuju sungai.
Di dunia nyata




Adegan diambil di tepi Sungai Chusovaya di desa Kyn. Chusovaya adalah salah satu jalur air terindah di Ural. Alirannya yang berkelok-kelok melintasi Krai Perm dan Oblast Sverdlovsk, menyebar di antara tebing berbatu, hutan lebat, dan padang rumput hijau. Air sungai yang jernih dan tenang menciptakan latar yang unik untuk setiap aksi, baik itu perjalanan perahu yang santai maupun pengambilan adegan dramatis seperti ini.

Komentar
0Belum ada komentar.