Syuting film «The Prince of Tides» berlangsung di Carolina Selatan dan New York, dua tempat yang mencerminkan kontras antara kehidupan Tom Wingo yang tennamun berat dan dunia kota besar yang dinamis, terkadang menekan.
Syuting utama berlangsung di Carolina Selatan, di mana terdapat daerah pesisir dan pulau-pulau indah yang mencerminkan masa kecil tokoh utama. Tempat-tempat ini menciptakan suasana rumah asal dan membantu penonton memahami hubungannya dengan masa lalu, serta trauma yang dialaminya. Carolina Selatan melambangkan keindahan sekaligus sisi gelap kehidupan keluarga Tom, memperkuat kontras dengan kehidupannya di New York. New York, sebaliknya, mewakili dunia yang dinamis dan terkadang menekan, tempat Tom datang untuk membantu saudara perempuannya Savannah dan bertemu dengan psikoterapisnya, Dr. Susan Lowenstein. Dengan demikian, pemilihan lokasi syuting tidaklah kebetulan: Carolina Selatan melambangkan akar dan trauma Tom, sementara New York — keinginannya untuk penyembuhan dan hubungan baru. Tempat-tempat ini tidak hanya menjadi latar belakang peristiwa, tetapi juga memperkuat tema utama tentang hubungan keluarga, cinta, dan pencarian identitas.
Lokasi Syuting:
Toko Roti di New York
Dalam Film



Adegan di mana Tom masuk ke toko roti dan membeli roti serta kue untuk dirinya dan saudara perempuannya. Setelah kunjungan Tom ke Savannah di rumah sakit, kita diperlihatkan bagaimana hari-harinya berlalu: jogging, mengunjungi toko kelontong, dan berjalan-jalan. Salah satu rutinitas hariannya adalah mengunjungi toko roti setelah jogging. Pada momen film ini, penonton diperlihatkan bagaimana Tom berusaha menemukan keseimbangan antara tanggung jawabnya dan perasaan pribadinya. Ia berusaha menyeimbangkan antara kehidupannya dan kebutuhan untuk berada di dekat saudara perempuannya yang sedang mengalami masa sulit. Tindakan sederhana ini menciptakan kontras dengan kedalaman perjuangan batinnya dan membantu penonton memahami betapa ia terikat pada keluarga, meskipun memiliki masalah sendiri.
Dalam Kenyataan




Adegan ini difilmkan di toko roti terkenal Vesuvio Bakery, yang terletak di sudut Prince Street dan Thompson Street di Manhattan. Dibuka pada tahun 1920 oleh imigran Italia Nunzio dan Jenny Dapolito, Vesuvio Bakery adalah tempat ikonik dan terkenal di New York. Rak-rak kue dan fasad hijau yang khas membuat Vesuvio menjadi tempat yang menonjol di jantung kawasan SoHo, yang dulunya merupakan rumah bagi banyak keluarga Italia, dan kue serta roti tradisional Italia menjadikannya tempat favorit di kalangan penduduk setempat. Dimasukkannya toko roti ini dalam film 'The Prince of Tides' tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang kehidupan sehari-hari tokoh utama Tom Wingo (Nick Nolte), tetapi juga menekankan pentingnya kegembiraan dan kebiasaan sederhana dalam hidupnya yang penuh emosi.
Toko Buku
Dalam Film




Adegan di mana Tom bersama Bernard masuk ke toko buku dan menemukan buku 'The Southern Way' karya Renata Halpern. Setelah membalik-baliknya, Tom menyadari bahwa buku anak-anak ini ditulis oleh saudara perempuannya yang sakit, Savannah, dengan menggunakan nama samaran, dan di dalamnya menceritakan kisah keluarga mereka yang disfungsional. Penemuan ini memicu gelombang emosi pada Tom, ia merasa dikhianati dan marah, dan segera pergi ke psikoterapisnya Susan, mengetahui bahwa ia telah mengetahui hal ini sejak awal. Adegan di toko buku menunjukkan bahwa menulis kisah keluarga dalam bentuk cerita anak-anak menjadi cara penyembuhan bagi Savannah, tetapi bagi Tom, penemuan ini menjadi katalisator emosi negatifnya terhadap Susan.
Dalam Kenyataan




Adegan ini difilmkan di toko buku terkenal The Corner Bookstore di Madison Avenue di kawasan Carnegie Hill, yang dibuka pada tahun 1978. Toko ini menempati lantai pertama bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1890-an, dan menawarkan suasana nyaman dengan elemen interior asli dari masa itu, seperti teraso dan lemari kayu. Toko ini dikenal karena perhatiannya terhadap kualitas buku dan keragaman genre sastra, termasuk fiksi dan nonfiksi, serta bagian anak-anak, menjadikannya populer di kalangan penduduk setempat dan pelajar. Pemilihan The Corner Bookstore untuk syuting bukanlah kebetulan: tempat ini sangat mencerminkan semangat New York dan menjadi lokasi yang sangat baik untuk salah satu momen paling penting dalam film ketika Tom berhadapan dengan kebenaran yang tidak menyenangkan tentang keluarganya.
Restoran Rainbow Room
Dalam Film




Adegan di mana Tom dan Susan menghabiskan malam perpisahan di restoran Rainbow Room. Susan tertekan dan berkata bahwa dia hanya lebih mencintai istrinya, Tom menjawab bahwa tidak demikian, tetapi cintanya pada istrinya telah berlangsung lebih lama. Setelah itu, mereka menari dengan lembut berdua di ruangan kosong. Setelah malam perpisahan yang emosional, ketika jalan mereka berpisah, Tom kembali ke keluarganya di selatan. Keputusan ini tidak mudah baginya, karena ia masih memiliki perasaan kuat terhadap Susan, tetapi ia memahami bahwa tanggung jawabnya adalah berada di samping istri dan anak-anaknya. Akhir ini menekankan tema cinta, kehilangan, dan kompleksitas hubungan manusia, meninggalkan penonton dengan perasaan perpisahan yang pahit manis dan harapan untuk masa depan.
Dalam Kenyataan



Adegan ini difilmkan di restoran Rainbow Room di New York. Ini adalah restoran terkenal yang terletak di lantai 65 Rockefeller Plaza di Manhattan: dibuka pada tahun 1934, restoran ini telah mendapatkan reputasi sebagai simbol glamor New York dan masakan lezat. Adegan di Rainbow Room melambangkan puncak hubungan tokoh utama, serta pilihan Tom antara cinta pada Susan dan tanggung jawab terhadap keluarga, dan tempat ini sangat cocok untuk menyampaikan emosi tersebut kepada penonton. Suasana terpencil Rainbow Room membantu menciptakan momen perpisahan yang indah di layar, dan pengenalannya menambah nilai pada aspek visual.
225 Central Park West (Apartemen Susan)
Dalam Film
Adegan di mana tampilan luar apartemen mewah Dr. Susan Lowenstein tempat Tom Wingo menghabiskan waktu bersamanya, menekankan kontras antara kehidupannya yang berkecukupan di Manhattan dan asal-usulnya yang sederhana di selatan seiring dengan semakin dalamnya hubungan mereka.
Dalam Kenyataan
Adegan ini difilmkan di Kenilworth, sebuah gedung apartemen koperasi pra-perang yang prestisius di 225 Central Park West di sudut West 82nd Street, dibangun pada tahun 1908 dengan gaya Beaux-Arts. Bangunan tempat tinggal ikonik ini menghadap ke Central Park dan merupakan salah satu alamat paling dikenal di Upper West Side Manhattan.
Kantor Susan, 4 East 74th Street
Dalam Film
Adegan di mana Tom Wingo mengunjungi kantor psikiatri Dr. Susan Lowenstein untuk sesi di mana ia secara bertahap mengungkapkan masa lalu traumatis keluarganya, membentuk ikatan emosional dan romantis dengan psikiater saat mereka bersama-sama mengurai gangguan saraf Savannah.
Dalam Kenyataan
Adegan ini difilmkan di sebuah townhouse tempat tinggal di Upper East Side Manhattan di sudut East 74th Street dan Fifth Avenue, tepat di seberang Central Park. Blok elegan ini terdiri dari townhouse batu kapur dan batu cokelat klasik yang telah lama diasosiasikan dengan kekayaan dan prestise di New York.

Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.