Film "Aku Menyatakan Perang Padamu" (1990) — adalah film laga Rusia yang dibuat pada masa perestroika. Cerita utamanya berkisar pada seorang perwira bernama Vladimir Yerokhin, yang setelah bertugas di daerah konflik kembali ke kampung halamannya dan memutuskan untuk melawan korupsi dan bandit. Syuting film dilakukan di Oblast Sverdlovsk, khususnya di Yekaterinburg, serta di Oblast Chelyabinsk di kota Zlatoust. Tempat-tempat ini dipilih karena keragaman geografisnya, yang memungkinkan terciptanya berbagai adegan, dari jalan-jalan kota hingga pemandangan alam. Selain itu, aksesibilitas dan kemudahan logistik di wilayah ini memudahkan proses syuting dan mengurangi biaya produksi. Film ini bercerita tentang perjuangan melawan korupsi di kota Soviet yang khas, dan Yekaterinburg beserta sekitarnya Zlatoust sangat cocok untuk menciptakan suasana realistis.

Lokasi syuting:

Percakapan dengan sopir taksi

Di film

Adegan di mana "Vladimir Yerokhin kembali ke kampung halamannya setelah lama bertugas di daerah konflik. Ia duduk di kereta, dan ketika kereta berhenti di stasiun, Yerokhin turun ke peron. Setelah itu, ia mengantre untuk naik bus, bersiap untuk mencapai tujuan dengan transportasi umum. Namun, rencananya berubah ketika seorang sopir taksi mendekatinya dan menawarkan untuk mengantarnya ke hotel. Yerokhin, yang merupakan orang sederhana dan terbiasa dengan disiplin militer, awalnya tidak senang dengan harga yang ditawarkan, yang menurutnya terlalu mahal. Meskipun demikian, ia tetap menyetujui tawaran sopir taksi itu, mungkin karena kelelahan atau keinginan untuk segera sampai ke tempat tujuan."

Di dunia nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan Di kota Zlatoust, dekat stasiun kereta api. Kota ini dipilih karena aksesibilitas geografisnya dan arsitektur Soviet yang khas, yang sangat cocok untuk menciptakan suasana realistis film. Zlatoust menawarkan berbagai lokasi, yang penting untuk film yang membutuhkan adegan yang beragam. Secara keseluruhan, Zlatoust menjadi latar yang cocok untuk kisah perjuangan melawan korupsi dan banditisme di kota fiksi. Selain itu, sutradara film menyatakan dukungan dari otoritas setempat dalam hal syuting film.

Kafe es krim Vasilyok

Di film

Adegan di mana Vladimir Yerokhin mengunjungi kafe es krim "Vasilyok" setelah check-in di hotel. Di sana ia berkenalan dengan pemilik kafe, yang memutuskan untuk tutup lebih awal dan berjalan-jalan dengannya. Namun, jalan-jalan mereka terganggu oleh tiga pemeras lokal dengan jaket kulit, yang datang untuk mengambil uang bulanan. Pemilik kafe memberikan uang itu, tetapi ketika Yerokhin mencoba campur tangan, ia dipukuli. Adegan ini menekankan suasana korup di kota, di mana bandit mengendalikan banyak bisnis, termasuk kafe "Vasilyok".

Di dunia nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan Adegan difilmkan di kafe nyata "Aisberg" di Yekaterinburg, yang diubah namanya menjadi "Vasilyok" untuk film. Lokasi ini dipilih untuk menciptakan suasana realistis yang sesuai dengan alur cerita film. Kafe "Vasilyok" menjadi tempat kunci dalam plot, di mana tokoh utama Vladimir Yerokhin pertama kali berhadapan dengan bandit dan memutuskan untuk melawan korupsi. Tempat ini melambangkan awal konflik dan motivasi sang pahlawan.

Hotel Krasnogorskaya

Di film

Adegan di mana Vladimir Yerokhin keluar dari Hotel Krasnogorskaya, ia segera disambut oleh seorang pria asing yang memperkenalkan dirinya sebagai Foma — tokoh terkenal di kota yang terkait dengan kalangan bandit. Foma mengundang Yerokhin ke kafe "Vasilyok" untuk berbicara. Di sana ia meminta uang dari Yerokhin dan memperingatkannya untuk meninggalkan kota dan tidak kembali lagi. Adegan ini menekankan kekuasaan dan pengaruh Foma di kota, serta menunjukkan awal konflik antara dia dan Yerokhin.

Di dunia nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan """Hotel ""Krasnogorskaya"" menurut alur cerita film, tetapi sebenarnya syuting dilakukan di Hotel ""Yekaterinburg"". Tempat ini dipilih untuk menciptakan suasana realistis yang sesuai dengan alur cerita film. Syuting film dilakukan di Sverdlovsk (sekarang Yekaterinburg), di antara tempat-tempat lain seperti Zlatoust dan Miass. Hotel ""Yekaterinburg"" dipilih karena aksesibilitasnya dan karena cocok dengan suasana film. Alur cerita mengharuskan sang pahlawan tinggal di hotel karena tidak ada pilihan lain, yang menekankan kesulitan yang ia hadapi saat kembali ke kampung halamannya. Dengan demikian, Hotel ""Yekaterinburg"" menjadi lokasi yang cocok untuk syuting adegan ini. "