Syuting film berlangsung di Amerika Serikat. Meskipun judul filmnya, syuting utama dilakukan di negara bagian Georgia, bukan Alabama. Syuting berlangsung di kota-kota seperti Peachtree City dan Fayetteville. Di sana, diambil adegan di rumah asal dan bersama keluarga Melanie, yang ia kunjungi bersama Andrew untuk memberi tahu tentang pertunangan mereka, serta berbagai adegan kota. Juga, beberapa adegan diambil di perkebunan bersejarah Georgia: tempat-tempat ini digunakan untuk menciptakan suasana negara bagian selatan.
Tempat syuting menonjol lainnya adalah Danau Peachtree, tempat pesawat Jake mendarat. Adegan yang berkaitan dengan tahap kehidupan tokoh utama saat ini diambil di New York. Ini termasuk adegan kehidupan pribadi dan profesional Melanie di New York: peragaan busana, tempat tinggal dan sekitarnya, toko-toko mewah.
Dengan demikian, syuting di New York dan Georgia membantu menciptakan kontras antara kehidupan nyata Melanie dan masa lalunya di Selatan.
Lokasi syuting:
Tempat tinggal Melanie
Di film




Adegan di mana Melanie pulang ke rumah setelah bekerja. Melanie Carmichael adalah seorang desainer pakaian sukses dari New York. Tapi dia punya rahasia: dia malu dengan asal-usulnya dari Selatan dan menyembunyikan masa lalunya di Alabama, di mana dia tumbuh dengan nama keluarga aslinya, Smooter. Setelah hari kerja, Melanie pulang ke rumah: dia menghabiskan kopinya, menyeberang jalan, dan masuk ke apartemennya, di mana kejutan bunga menantinya.
Di dunia nyata


Adegan diambil di Prince Street (antara Elizabeth Street dan Mott Street) di New York. Tempat apartemen Melanie berada di lingkungan Nolita di Manhattan. Nolita adalah lingkungan kecil namun ramai, terkenal dengan budaya Italia dan suasana bohemian. Nolita terkenal dengan butik, restoran, dan kafenya. Lingkungan ini sangat cocok untuk Melanie, seorang desainer pakaian sukses: Prince Street adalah salah satu jalan utama Nolita, di mana banyak toko mode dan galeri seni berada. Lingkungan seperti itu memungkinkan Melanie untuk tetap berada di pusat kehidupan mode New York, yang penting untuk karier dan gaya hidupnya.
Peragaan busana
Di film



Adegan di mana peragaan busana berlangsung, didedikasikan untuk peluncuran koleksi baru merek pakaian Melanie. Di belakang panggung ada hiruk-pikuk: penata rambut merapikan rambut model, yang lain membantu mereka mengenakan detail terakhir pakaian. Sementara itu, di atas catwalk, model memperagakan desain Melanie dengan latar belakang logo besar dengan namanya. Pada saat ini, tunangannya, Andrew, tiba untuk mendukungnya. Dia datang ke peragaan busana untuk menunjukkan cinta dan dukungannya kepada Melanie di hari penting ini. Saat dia menonton peragaan busana, dia tidak bisa tidak bangga dengan kesuksesan tunangannya. Peragaan busana berjalan sukses, dan Melanie merasa berada di puncak dunia, meskipun lelah.
Di dunia nyata


Adegan diambil di Washington Square Park di New York. Ini adalah taman terkenal di lingkungan Greenwich Village, yang sering digunakan untuk berbagai acara dan kegiatan, termasuk konser, festival, dan peragaan busana. Washington Square Park telah berulang kali menjadi tuan rumah peragaan busana dalam rangka New York Fashion Week, menjadikannya pilihan logis untuk menggambarkan acara semacam itu di film.
Toko Tiffany
Di film



Adegan di mana Andrew melamar Melanie di toko Tiffany. Setelah peragaan busana yang sukses, Andrew mengundang Melanie ke tempat misterius. Di sana gelap gulita, tetapi tiba-tiba lampu menyala, dan mereka berada di toko perhiasan terkenal Tiffany, yang disewa Andrew sepenuhnya untuk momen istimewa ini: dia berlutut, melamar Melanie. Melanie terkejut dan bingung, tetapi menjawab ya. Dikelilingi oleh ribuan cincin Tiffany, Andrew menawarinya untuk memilih cincin yang paling dia suka.
Di dunia nyata


Adegan diambil di butik utama Tiffany & Co di New York. Terletak di lingkungan Midtown Manhattan, di persimpangan Fifth Avenue dan 57th Street. Butik ini dikenali dari etalase kecil dalam bingkai granit poles berukir, yang terlihat dalam cuplikan film, dan patung Atlas di fasad bangunan yang memegang jam. Tempat ini dipilih untuk adegan itu bukan secara kebetulan, dan muncul di layar dari kehidupan nyata: mantan pacar istri sutradara Andy Tennant melamarnya dengan cara yang indah seperti itu. Akhirnya, diputuskan untuk mereproduksinya di layar lebar.

Komentar
0Belum ada komentar.