Syuting utama film ini berlangsung di Inggris Raya, meliputi London yang ramai dan Surrey yang indah. Syuting dimulai pada Oktober 2013 di Deepcut, Surrey. Realisme kehidupan kota Eggsy dicapai dengan syuting di kompleks perumahan Alexandra Road di Camden. Beberapa adegan yang berkaitan dengan pelatihan dan teknologi mata-mata difilmkan di dalam Imperial College London. Pertarungan terkenal Harry Hart di pub terjadi di pub nyata The Black Prince di Kennington, London Selatan. Dan untuk menciptakan fasad markas Kingsman yang mengesankan, yang disamarkan sebagai toko penjahit, dipilih rumah nomor 12 di Savile Row, tempat toko penjahit H. Huntsman & Sons berada. Tempat terkenal lainnya adalah toko topi James Lock & Co.
Matthew Vaughn, sutradara film, menghemat biaya syuting internasional dengan memaksimalkan penggunaan grafik komputer, serta studio dan area Warner Bros. Studios di Leavesden, dekat London.
Lokasi Syuting:
Kantor Polisi
Di Film


Adegan di mana Eggsy kembali terlibat perkelahian dan berakhir di kantor polisi. Penyidik menawarinya untuk mengkhianati teman-temannya atau masuk penjara. Putus asa dengan situasi keluarganya, Eggsy memutuskan untuk menggunakan petunjuk yang pernah ia terima saat kecil dan menelepon nomor yang tertera di medali keberanian ayahnya. Panggilan itu membebaskannya dari kantor polisi. Kemudian, Harry Hart menegur Eggsy di pub karena menyia-nyiakan bakatnya.
Di Dunia Nyata

Adegan ini difilmkan di Kantor Polisi Holborn. Kantor polisi yang masih beroperasi ini, terletak tidak jauh dari stasiun metro Chancery Lane, sangat cocok untuk menciptakan suasana autentik. Pemilihan Kantor Polisi Holborn sebagai lokasi syuting menambah realisme pada adegan di mana Eggsy, saat berada di kantor polisi, menggunakan frasa kode untuk menghubungi Harry Hart dan menghindari penjara. Penggunaan kantor polisi sungguhan, bukan set, memungkinkan sutradara Matthew Vaughn menciptakan latar yang lebih meyakinkan dan realistis untuk adegan kunci dalam perkembangan karakter Eggsy.
Toko Topi
Di Film

Adegan di mana Richmond Valentine mengunjungi toko topi James Lock & Co., yang terletak di St. James's Street. Setelah Valentine mengagumi jaket merokok elegan yang dikenakan Harry Hart, yang terakhir menyarankannya untuk mengunjungi Lock & Co. Hatters. Harry membawa Eggsy ke toko penjahit, di mana mereka tiba-tiba dikunjungi oleh Valentine dan asistennya, Gazelle. Valentine menjelaskan kunjungannya karena ia menyukai tuksedo Harry, dan karena ia akan pergi ke Royal Ascot, ia membutuhkan pakaian yang sesuai.
Di Dunia Nyata

Adegan ini difilmkan di toko topi James Lock & Co. Toko ini sangat cocok untuk film karena beberapa alasan. Pertama, ini adalah toko topi tertua di dunia dengan sejarah kaya, didirikan pada tahun 1676. Hubungannya dengan elit dan tradisi Inggris sangat cocok dengan citra organisasi rahasia Kingsman yang menyamar sebagai butik mode tinggi. Kedua, bangunan toko itu sendiri adalah monumen bersejarah, menambah keaslian dan daya tarik visual film. Terakhir, James Lock & Co. benar-benar membuka pintunya untuk syuting, memungkinkan adegan di mana Samuel L. Jackson keluar dari toko dengan topi sutra menjadi lebih realistis dan meyakinkan. Penggunaan toko sungguhan, bukan set, memungkinkan sutradara Matthew Vaughn menciptakan perasaan tenggelam dalam dunia Kingsman bagi penonton.
Gereja
Di Film


Adegan di mana Galahad pergi ke sebuah gereja di Kentucky untuk menyelidiki bagaimana Valentine menyebarkan sinyalnya yang memicu agresi. Valentine menguji senjata barunya dengan menyebarkan sinyal yang membuat semua orang di gereja, termasuk Harry, menjadi agresif dan brutal di luar kendali. Di bawah pengaruh sinyal ini, Harry mulai membunuh semua jemaat di gereja, termasuk wanita dan anak-anak, dalam pembantaian berdarah dan koreografis. Adegan ini menonjol karena kekejamannya, ketidakdugaan, dan cara itu menunjukkan hilangnya kendali bahkan pada agen berpengalaman seperti Galahad.
Di Dunia Nyata

Adegan ini difilmkan di St Barbara's Community Church di Deepcut. Gereja ini menyediakan ruang dan suasana yang diperlukan bagi sutradara dan kru untuk menciptakan adegan yang menegangkan dan mengejutkan. Pemilihan gereja ini mungkin karena ukurannya yang relatif kecil dan arsitektur sederhana, yang memungkinkan terciptanya perasaan klaustrofobia dan kerentanan selama syuting adegan kekerasan massal. Selain itu, lokasi gereja di daerah yang tenang dan terpencil dapat memudahkan logistik syuting dan memastikan kerahasiaan yang diperlukan untuk adegan yang sensitif ini.

Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.