Perburuan harta karun yang mendebarkan dalam film ini berlangsung dengan latar belakang pemandangan Selandia Baru yang menakjubkan. Meskipun cerita film berlatar di Oregon, sebagian besar adegan difilmkan di berbagai lokasi di Pulau Utara Selandia Baru. Lokasi syuting terkenal termasuk Wellington, Rotorua, Teluk Plenty, Air Terjun Huka di kawasan Taupo, Waikato, dan Manawatu-Wanganui. Wilayah-wilayah ini terkenal dengan keindahan alamnya, lanskap yang indah, dan air terjun yang menakjubkan. Wellington, ibu kota Selandia Baru, terkenal dengan suasana hidup yang semarak, pelabuhan yang indah, dan perbukitan di sekitarnya. Rotorua menarik wisatawan dengan aktivitas geotermalnya, budaya Maori, dan danau-danau yang menakjubkan. Air Terjun Huka, yang terletak tidak jauh dari Taupo di wilayah Waikato, adalah salah satu objek wisata alam paling populer di negara ini. Perjalanan ke tempat-tempat ini akan menarik bagi penggemar film maupun pecinta alam. Di sini Anda dapat mengikuti jejak para karakter film, serta menikmati pemandangan yang indah, warisan budaya yang kaya, dan berbagai kesempatan untuk rekreasi aktif. Keragaman dan keindahan lokasi yang digunakan dalam syuting «Tiga Orang di Kano» secara signifikan memperkaya atmosfer film, menambah pesona petualangan dan komedi.

Lokasi syuting:

Rumah Pohon

Di Film

Adegan di mana selusin tahun setelah lulus sekolah, tiga sahabat—Jerry, Dan, dan Tom—menerima berita tragis tentang kematian teman masa kecil mereka Billy akibat parasailing yang gagal. Setelah pemakaman, mereka kembali mengunjungi tempat persembunyian lama mereka: rumah pohon dari masa muda mereka. Di sana, para karakter menemukan sebuah peta. Peta ini, yang tampaknya telah didedikasikan Billy sepanjang hidupnya, adalah panduan menuju harta karun tersembunyi.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di kawasan Mangawhero Terrace di kota Ohakune, Distrik Ruapehu. Di sini Anda dapat menemukan berbagai rumah—dari chalet yang nyaman hingga rumah liburan bertingkat, banyak di antaranya menawarkan pemandangan sungai yang menakjubkan. Kawasan ini juga merupakan titik awal yang bagus bagi pecinta aktivitas luar ruangan, karena hanya berjarak beberapa menit berkendara dari resor ski populer Turoa dan Whakapapa.

Sungai

Di Film

Adegan di mana Dan, seorang dokter berdasarkan profesi, memutuskan untuk mengambil cuti tahunannya dan memulai petualangan berkemah yang mendebarkan bersama teman-temannya Jerry dan Tom untuk mencari harta karun yang tersembunyi. Mereka dengan santai mendayung kano di sepanjang sungai yang berkelok-kelok, dikelilingi oleh suara alam yang menenangkan, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti di tepi sungai yang rimbun untuk beristirahat malam yang tenang.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di Sungai Hutt, salah satu sungai terbesar di wilayah Wellington, yang berhulu di Pegunungan Tararua dan bermuara di Pelabuhan Wellington di Petone. Di sepanjang sungai terdapat jalur pejalan kaki dan sepeda yang indah, yang menawarkan pemandangan indah daerah sekitarnya.

Air Terjun

Di Film

Adegan di mana setelah memulai perjalanan sungai, tiga sahabat mencoba mengartikan peta tua yang usang, yang membuat mereka tersesat. Petualangan mereka berubah menjadi berbahaya ketika mereka jatuh dari air terjun. Secara ajaib, para karakter selamat dari jatuh, tetapi kano mereka tidak beruntung—hancur berkeping-keping.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di Sungai Waikato, sungai terpanjang di Selandia Baru. Berhulu dari Danau Taupo, sungai ini mengalir sepanjang 425 kilometer dan bermuara di Laut Tasman. Sungai ini memiliki makna budaya yang mendalam bagi suku Maori setempat dan merupakan tempat populer untuk rekreasi aktif, termasuk memancing, berperahu, dan kayak. Di sepanjang tepiannya terdapat kota-kota yang ramai, cagar alam yang indah, dan sumber air panas geotermal.