Syuting film ini tidak dilakukan di Prancis, melainkan di Malta, tepatnya di pulau Gozo. Hal ini memungkinkan terciptanya kembali suasana Riviera Prancis tahun 1970-an. Gozo, pulau yang indah dengan sejarah dan budaya yang kaya, menjadi lokasi yang ideal untuk drama intim ini. Suasana yang tenang dan pemandangan Mediterania menciptakan latar yang cocok untuk mengeksplorasi kompleksitas pernikahan Vanessa dan Roland. Pemilihan lokasi syuting di Malta menambah keunikan film, menghadirkan warna tersendiri yang berbeda dari Prancis.

Lokasi Syuting:

Hotel

Di Film

Adegan di mana Vanessa dan Roland menginap di hotel tepi pantai. Vanessa, mantan penari, menghabiskan hari-harinya dengan bernostalgia dan bersedih, sering mengurung diri di kamar mereka, sementara Roland, seorang penulis, mencari pelipur lara dalam alkohol di bar setempat dengan harapan mengatasi krisis kreatif. Mereka hampir tidak berbicara, dan ketika berkomunikasi, sering bertengkar, mengungkapkan rasa sakit dan kekecewaan yang terpendam. Vanessa banyak merokok dan minum pil, sementara Roland mencoba menulis tetapi tidak berhasil. Sebagian besar waktu mereka habiskan di sudut ruangan yang berbeda, masing-masing dalam cangkangnya sendiri, sampai rutinitas mereka terganggu oleh kemunculan pengantin baru di kamar sebelah.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di teluk Mġarr ix-Xini di pulau Gozo, Malta. Teluk yang indah ini dipilih karena suasananya dan kemiripannya dengan Riviera Prancis tahun 1970-an. Sebuah hotel dibangun khusus sebagai dekorasi untuk film guna menyampaikan suasana keterasingan dan melankolis yang diperlukan. Setelah syuting selesai, hotel tersebut dibongkar dan teluk kembali ke keadaan aslinya.

Restoran

Di Film

Adegan di mana Roland memutuskan untuk mengajak Vanessa ke restoran lokal dengan harapan menghidupkan kembali hubungan mereka. Namun, Vanessa dengan enggan setuju, menunjukkan kurangnya minat dan kekesalan. Suasana tegang di meja, dan Vanessa tampak acuh tak acuh dan tidak tertarik pada percakapan. Mencoba mencairkan suasana, Roland tiba-tiba mengajak Vanessa menari. Awalnya Vanessa menolak, tetapi Roland mendesak, dan dia dengan enggan setuju. Momen ini seharusnya menunjukkan upaya mereka untuk mengatasi jarak emosional dan mengembalikan percikan dalam hubungan mereka.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di restoran Ta' Frenċ di pulau Gozo. Restoran ini dipilih untuk syuting karena, pertama, suasananya yang nyaman dan elegan, serta bangunan kuno yang indah, sangat cocok untuk menciptakan suasana tahun 1970-an yang dihadirkan dalam film. Kedua, Ta' Frenċ terkenal dengan masakannya yang lezat dan gudang anggurnya, yang menambah realisme dan keanggunan pada adegan. Terakhir, lokasi restoran yang terpencil dari pusat wisata memungkinkan kru film menciptakan rasa keterasingan dan keintiman yang diperlukan, yang penting untuk menyampaikan keadaan emosional karakter utama.

Alun-Alun dengan Gereja

Di Film

Adegan di mana Roland menunggu Vanessa di mobil convertible krem mereka yang diparkir di alun-alun yang indah. Dia masih di dalam gereja. Dia berdiri, melihat sekeliling, mengamati detail lingkungan sekitar. Alun-alun dipenuhi dengan suara kehidupan sehari-hari: kicauan burung, suara orang yang lewat, bunyi lonceng yang jauh. Dia termenung melihat bangunan-bangunan tua, seolah mencoba menemukan jawaban atas pertanyaannya dalam arsitektur. Pandangannya mengembara, mencerminkan ketidaksabaran dan pergulatan batin, sambil menunggu Vanessa keluar dari gereja.

Di Dunia Nyata

Klik untuk membuka peta

Adegan ini difilmkan di Gereja Santa Margherita di desa Sannat, pulau Gozo, Malta. Tempat ini dipilih karena arsitekturnya yang otentik dan suasana yang tenang serta bersejarah, yang sangat cocok untuk menyampaikan semangat kota kecil Eropa. Gereja Barok dengan fasadnya yang megah dan alun-alun di sekitarnya menciptakan latar belakang yang mengesankan secara visual untuk adegan tersebut.