Film "Three Colors: White" difilmkan di Paris, Prancis.

Lokasi Syuting:

Gereja Saint-Vincent-de-Paul

Dalam Film

Adegan di mana Karol, orang Polandia, menikahi Dominique, orang Prancis, di Paris.

Dalam Kenyataan

Click to open map

Adegan difilmkan di Gereja Saint-Vincent-de-Paul adalah sebuah gereja di arondisemen ke-10 Paris. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Vincent de Paul, seorang imam Katolik Prancis yang mengabdikan dirinya untuk melayani orang miskin. Ia lahir pada 24 April 1581 dan meninggal pada 23 September 1660. Gereja ini dibangun pada tahun 1824-44 di lokasi bekas penjara Saint-Lazare. Perancangan dan tahap awal pembangunan dipercayakan kepada arsitek Prancis Jean-Baptiste Lepère.

Place de Clichy

Dalam Film

Adegan di mana Karol dan Mikolaj bertemu di stasiun metro. Karol memainkan lagu Polandia yang dikenali Mikolaj. Mereka menghabiskan waktu bersama.

Dalam Kenyataan

Click to open map

Adegan difilmkan di Place de Clichy adalah stasiun metro Paris yang melayani jalur 2 dan 13 metro Paris. Stasiun ini dibuka pada 7 Oktober 1902. Tempat ini dinamai Barrière de Clichy, sebuah gerbang yang dibangun di jalan menuju desa Clichy. Gerbang itu sendiri dibangun antara 1784 dan 1788 dan dihancurkan pada abad ke-19. Stasiun ini memiliki tiga pintu masuk: di Place de Clichy, dan di rue Blot dan rue Caulaincourt.

Palais de Justice de Paris

Dalam Film

Adegan di mana Karol mencari pengadilan yang harus ia datangi karena istrinya ingin bercerai. Seekor burung buang kotoran di bahunya saat ia memasuki gedung.

Dalam Kenyataan

Click to open map

Adegan difilmkan di Palais de Justice, sebelumnya Palais de la Cité, adalah gedung pengadilan di Paris. Di dalamnya terdapat Pengadilan Banding Paris, pengadilan banding tersibuk di Prancis, dan pengadilan tertinggi Prancis untuk perkara biasa, yaitu Pengadilan Kasasi. Di antara bangunan tertua yang masih ada di Palais de la Cité adalah Sainte-Chapelle (dibangun sekitar tahun 1240, pada masa pemerintahan Louis IX) dan Conciergerie, bekas penjara yang sekarang menjadi museum, tempat Marie Antoinette dipenjara sebelum dieksekusi dengan guillotine. Dari abad ke-16 hingga Revolusi Prancis, bangunan ini menjadi tempat Parlemen Paris.