
Tentang apakah 'Pewaris Putus Asa' mirip dengan 'Knives Out' dan apa yang membuat film Spanyol ini menarik – dalam ulasan kami.
Komedi Spanyol 'Pewaris Putus Asa' sering dibandingkan dengan film detektif Amerika 'Knives Out', yang juga bergenre komedi, bahkan poster dan alur ceritanya mirip. Namun, 'Pewaris' adalah film ringan namun cukup eksentrik yang menceritakan tentang orang-orang yang tidak bisa akur dalam satu keluarga, saling mengeluh satu sama lain, kepada ayah, dan kepada kehidupan secara umum.
Film ini juga tidak seperti komedi tipikal tentang mendidik anak-anak kaya yang manja. Kali ini tidak akan ada hukuman dan perbaikan setelahnya, tetapi para karakter tetap harus menyadari tempat mereka dalam keluarga dan di bawah matahari. Melakukan hal ini tanpa masalah keuangan tentu lebih mudah daripada sebaliknya.

Yang menarik, pesan dalam bentuk surat anumerta untuk setiap anak dari keluarga kaya tidak ditinggalkan oleh sang ayah—dia masih hidup—melainkan oleh pengasuh bernama Amparo (Luisa Gavasa) atau, seperti yang biasa dipanggil oleh anak-anak itu bertahun-tahun lalu, Amparito.
Amparito adalah penopang seluruh rumah besar di pedesaan tempat para karakter tidak pernah kembali sejak kecil. Ketiganya memiliki alasan (baca: rahasia) masing-masing untuk tidak kembali. Namun, pengasuh itu meninggal, dan wasiat terakhirnya adalah dimakamkan di makam keluarga Gallardo.
Masing-masing pewaris memiliki karakter dan alur cerita sendiri: Teresa tertua (Inma Cuesta) adalah seorang pebisnis yang terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri, Benja tengah (Diego Martín) tidak pernah mendapatkan promosi, dan bahkan istrinya berpenghasilan lebih banyak, yang sering disebutkan sepanjang cerita, dan Aura bungsu (Sara Salamo), seorang sosialita cantik yang terbiasa menghambur-hamburkan uang dan berkencan dengan pria yang jauh lebih tua.

Tampaknya ini lagi-lagi kumpulan stereotip pewaris kaya raya yang hanya bisa merendahkan pelayan atau siapa pun yang berada di bawah mereka dalam tangga sosial. Namun, dengan munculnya Tomás (Alfonso Bassave), putra Amparito, alur cerita menjadi sedikit lebih menarik, tetapi tidak jatuh ke dalam lelucon berlebihan.
Pada saat itulah surat-surat itu muncul, yang berisi rahasia paling tidak menyenangkan dari setiap karakter. Jika dalam 'Knives Out' fokusnya pada elemen detektif, 'Pewaris' tidak mencari pembunuh, tetapi selangkah demi selangkah menemukan diri mereka sendiri, nilai-nilai kemanusiaan sejati yang sulit dilihat karena lapisan emas kehidupan kaya yang tebal.
Yang patut dicatat, para pembuat film (sutradara Juana Macías dan penulis skenario Cristóbal Garrido, Adolfo Valor) percaya pada karakter mereka dan melihat mereka pertama-tama sebagai manusia, bukan masalah kelas, yang membuat film 'Pewaris Putus Asa' menjadi tontonan ringan dan menyenangkan untuk menghabiskan malam.
Trailer:
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.