
Jika film horor terkenal 'Barbarian' diputuskan untuk diubah menjadi komedi romantis, maka salah satu pilihannya bisa jadi film baru Katie Holmes 'Alone Together'. Ada banyak masalah dengan Airbnb, ucapan tentang psikopat, dan juga cinta di era maske...
Hari-hari awal pandemi COVID-19, New York. Media mulai memberitakan penyebaran virus, dan semua orang diminta untuk mengurangi kontak dan mengisolasi diri. Tokoh utama June bersama kekasihnya John menyewa rumah di pinggiran kota melalui Airbnb untuk menunggu situasi menjadi jelas. Namun John terjebak di New York, dan ketika June tiba di rumah, dia mengetahui bahwa rumah itu juga disewakan kepada orang lain—Charlie. Charlie mengizinkan June menginap untuk menyelesaikan masalah nanti, tetapi pada akhirnya mereka harus menghadapi masalah yang sama sekali berbeda.
Katie Holmes terus mengasah kemampuannya dalam menyutradarai film, dan kali ini ia bertindak sebagai sutradara, penulis skenario, dan produser. Jadi, dapat dikatakan bahwa 'Alone Together' adalah film personal sang aktris, yang kariernya tidak banyak diisi oleh romcom. Mungkin ini salah satu alasan mengapa filmnya tidak sepenuhnya menjadi komedi romantis.
Film ini mengikuti pola genre yang cukup umum dengan semua tahapan dan akhir yang khas. Tidak ada yang bisa mengeluhkan kurangnya romantisme atau akting yang buruk: Katie Holmes dan Jim Sturgess memerankan dua kekasih dengan sangat menawan. Semuanya terasa manis dan menyenangkan. Namun setiap kali film mengedepankan (yang terlambat) refleksi tentang virus corona untuk menambah kedalaman, film kehilangan sebagian pesonanya. Maksud Katie Holmes mungkin ingin menunjukkan bahwa bahkan di masa tergelap pun ada cahaya. Namun pada akhirnya, upaya untuk menjadi lebih dari sekadar romcom menghasilkan hasil yang ambigu.
Tema 'terjebak bersama saat pandemi' sudah banyak diangkat dalam film. Dinamika hubungan para tokoh ditampilkan secara detail, misalnya dalam film 'Lockdown' dan 'Together'. Di sana, seperti dalam 'Alone Together', ketakutan utama era COVID-19 disuarakan: kehilangan orang tercinta, ketidakpastian masa depan, dan kebingungan di masa kini. Fondasi dunia yang biasa runtuh, dan semua orang belajar hidup dengan aturan baru.
Namun film-film semacam itu dirilis selama atau setidaknya di akhir pandemi dan beresonansi dengan penonton karena relevansi peristiwa dan nuansa dokumenter, meskipun itu adalah film fiksi. Katie Holmes merilis filmnya hampir setahun setelah virus corona menghilang dari halaman depan media, dan orang-orang mulai terbiasa hidup kembali di masyarakat yang ramai (dan lelah membahas COVID). Akibatnya, adegan dengan jarak sosial dan masker tidak lagi terlihat mengesankan dan mengharukan.
Ciri khas romcom selalu ringan dan tidak memaksa, sesuatu yang kurang dalam film 'Alone Together'. Dunia menjadi gila, dan tokoh utama juga, yang kadang menambah pesona, kadang menjengkelkan. Dari sini muncul pertanyaan tentang beberapa tindakan karakter, yang seolah diambil dalam dorongan kecerobohan berlebihan.
Menariknya, meskipun skenarionya bergelombang, film ini memiliki momen dengan optik visual yang menarik. Ini tentang pengambilan gambar di alam terbuka, di mana tiba-tiba terasa lebih kreatif, personal, bukan bergaya komersial. Adegan jalan-jalan sendirian June di hutan seolah diambil dari proyek lain: ada kehangatan dan kealamian khusus yang memanjakan mata. Sadar atau tidak, momen-momen ini kontras dengan yang lain dalam film: sementara di sekitar ada kekacauan, di alam semuanya tenang dan teratur. Dan karakter Katie Holmes pergi berjalan-jalan justru untuk menemukan pijakan dan keseimbangan.
'Alone Together' bukanlah romcom yang ideal, jika bisa disebut demikian. Ini adalah campuran komedi romantis dan drama, di mana Katie Holmes sendiri tidak bisa memutuskan apa yang sebenarnya dia inginkan. Namun jika tidak membangun ekspektasi 'romcom', 'Alone Together' bisa menyenangkan dan membuat Anda berpikir tentang hal-hal yang lebih penting daripada dengan pria mana Anda akan berkencan. Dan setidaknya, dijamin hati Anda akan dicuri oleh kalkun lucu di halaman belakang rumah pedesaan.
Film ini tayang di bioskop Rusia pada 14 Februari dengan dukungan Russian World Vision.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.