Preview image

Pada 23 Juli, Netflix merilis horor Jerman 'Blood Red Sky'. Kami menonton filmnya dan menyoroti momen positif serta keadaan yang dapat menghalangi Anda menikmati tontonan.

'Blood Red Sky' (Kроваво-красное небо) adalah salah satu film yang menimbulkan perasaan campur aduk. Ada banyak hal menarik di dalamnya, tetapi juga tidak lepas dari kekurangan yang nyata. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membantu Anda memutuskan apakah layak menonton film ini atau tidak, dengan menyoroti beberapa alasan utama 'mendukung' dan 'menentang'.

3 alasan untuk menonton 'Blood Red Sky'

Alur cerita yang menarik

Jika Anda tidak menonton trailer film yang mengandung spoiler, maka kisah tentang bagaimana militer mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan pesawat yang dibajak teroris dapat memikat Anda sejak menit-menit pertama. Apalagi di awal ada seorang anak laki-laki yang keluar dari pesawat dan terus mengatakan tentang monster di dalamnya.

kроваво-красное небо смотреть

Dinamika narasi yang sangat baik

Cerita utama dalam film ini dengan rapi dipecah oleh kilas balik, yang tidak hanya tidak mengganggu, tetapi juga mengungkap latar belakang dengan baik dan membuat kita lebih mengenal karakternya. Selain itu, pendekatan ini membantu dinamika film: adegan aksi dan horor tepat waktu diimbangi dengan dialog yang jelas. Ini tidak membuat penonton bosan dan terus menjaga ketegangan.

kроваво-красное небо 2021

Kekerasan dan ketegangan

Sesuai dengan judulnya, 'Blood Red Sky' menawarkan banyak darah kepada penonton. Di sini orang dibunuh dengan senjata tajam dan senjata api, dan kadang-kadang bahkan dengan tangan kosong (dan sedikit gigi). Kekerasan dan ketegangan film ini kadang-kadang bisa membuat iri bahkan 'Train to Busan' yang asli (filmnya mirip dalam tema dan keterbatasan ruang). Orang yang sangat sensitif sebaiknya menjauh dari layar pada saat-saat seperti itu.

Кроваво-красное небо фильм

2 alasan untuk tidak menonton 'Blood Red Sky'

Aksi yang membosankan

Meskipun anggarannya cukup baik menurut standar Eropa (sekitar €15 juta), film ini tidak terlihat sebanding dengan uangnya. Jika tata rias tidak banyak masalah (secara keseluruhan cukup baik), maka adegan aksi menimbulkan banyak pertanyaan. Kadang-kadang tampak seperti kekacauan tanpa pikiran di layar. Di saat lain, Anda dapat melihat bahwa para peserta adegan tidak terlalu tertarik dengan apa yang terjadi dan lebih terlihat seperti cosplayer murahan dari 'The Walking Dead' yang syuting film demi makanan, daripada aktor profesional. Anda ingin berteriak: 'Saya tidak percaya!'.

Кроваво-красное небо обзор

Kedangkalan secara keseluruhan

'Blood Red Sky' berusaha keras untuk terlihat orisinal. Tapi film ini hampir tidak berhasil. Ada banyak klise yang terpisah: pesawat yang dibajak, virus misterius, penjahat eksentrik (bukan yang utama, tapi tetap saja), seorang anak di tengah cerita horor, dll. Campurannya cukup organik, tetapi saat menonton, ada perasaan bahwa kita sudah pernah melihat semua ini di suatu tempat. Selain itu, tingkat ketidakpastian menghalangi untuk membentuk kesan positif secara keseluruhan: ini bukan film serius, juga bukan film sampah seperti 'Dead Snow', tetapi sesuatu di antaranya.

Кроваво-красное небо рецензия