
Studio A24 telah menjadi tanda kualitas, dan horor yang dihasilkannya saat ini mendefinisikan perkembangan genre. Dan di antara mereka ada favorit yang jelas.
Studio independen A24 hanya dalam 8 tahun keberadaannya berhasil menjadi pemain penting di industri film. Perusahaan ini telah menghasilkan hits yang diakui seperti "Ex Machina", "Room", "Moonlight", "The Lighthouse" dan banyak film terkenal lainnya. Tempat khusus di koleksi studio ditempati oleh film horor yang khas dan menarik.
Kami sajikan untuk Anda 5 film horor terbaik dari studio A24 menurut kami. Semua film ini membantu melihat genre ini dari sudut pandang baru, mereka menceritakan kisah-kisah menarik, memberikan emosi yang tak terlupakan selama dan setelah menonton, dan pasti layak mendapat perhatian penonton.
Gaun Merah Kecil (In Fabric, 2018)
Sutradara Peter Strickland pada tahun 2018 menangkap gelombang nostalgia terhadap sinema tahun 60-an abad lalu dan menawarkan horor yang tidak biasa, yang memukau dengan gaya, penyajian plot yang unik, dan adegan-adegan mengerikan yang meresap hingga ke tulang.
Tokoh utama film ini membeli gaun merah elegan, yang ternyata jauh lebih mengerikan dari yang bisa dibayangkan. Strickland, dengan mengambil gaya horor eksploitasi tahun 1960-an sebagai dasar, menceritakan kisah sederhana yang menghipnotis, membuat tertawa, mengejutkan, dan benar-benar menakutkan.
Dan adegan dengan "pemanggil" ke toko setelah menonton tidak akan Anda lupakan untuk waktu yang sangat lama...
Sang Penyihir (The VVitch: A New-England Folktale, 2015)
Sutradara yang tidak dikenal pada tahun 2015, Robert Eggers, mempersembahkan film panjang debutnya "The Witch" kepada publik, yang langsung menjadi hits di festival dan menjadi klasik instan dalam genre ini.
Kisahnya berpusat pada keluarga Puritan abad ke-17 yang memutuskan untuk tinggal di peternakan terpencil jauh dari peradaban lainnya. Segera, anak bungsu dari lima bersaudara menghilang, yang menyebabkan kegilaan nyata di dalam keluarga. Tentu saja, tidak lepas dari campur tangan supranatural.
Narasi suram dan atmosfer yang lesu, akting mengesankan dari Anya Taylor-Joy muda, episode horor yang ditempatkan dengan baik — semua ini menjadikan film ini salah satu yang terbaik di tahun 2015. Kemudian, Eggers mengukuhkan statusnya sebagai salah satu sutradara baru paling ambisius di Hollywood dengan rilisnya film "The Lighthouse", yang produksinya juga ditangani oleh studio A24.
"Ia Datang di Malam Hari" (It Comes at Night, 2017)
Trey Edward Shults, yang telah membuat gebrakan dengan rilisnya film "Krisha", mengukuhkan kesuksesannya dengan horor yang kuat "It Comes at Night", yang kadang-kadang digolongkan sebagai post-horor (istilah diciptakan oleh jurnalis Steve Rose).
Dalam alur cerita, sebuah keluarga berlindung di sebuah rumah acak dari sekelompok orang yang terinfeksi (baca: zombie). Pintu dan jendela yang dipaku, bahaya misterius yang melayang di dekatnya, dan faktor-faktor lainnya berkontribusi pada perkembangan perasaan klaustrofobia dan paranoia.
Yang paling menarik adalah Shults memainkan horor hampir tanpa menggunakan efek eksternal. Segala sesuatu yang paling menakutkan terjadi di dalam keluarga (dan penghuni rumah lainnya), dan ketegangan meningkat, termasuk karena Anda tidak tahu dari mana "sesuatu" itu akan datang.
Reinkarnasi (Hereditary, 2018)
Pada tahun 2018, studio A24 merilis, mungkin, film horor terbaik mereka hingga saat ini. Ini adalah hits mutlak karya Ari Aster berjudul "Hereditary".
Dalam film tentang horor eksistensial dalam kerangka hubungan keluarga ini, berbagai elemen dan arahan dalam genre horor dipadukan dengan cara yang luar biasa: slasher, rumah berhantu, latar mistis, thriller berdarah, dan banyak lagi.
Semua ini membantu Ari Aster benar-benar menarik penonton keluar dari zona nyaman dan memberi mereka emosi yang tidak dapat ditemukan di film genre lainnya.
Titik Balik Matahari (Midsommar, 2019)
Ari Aster, seperti Robert Eggers, juga merilis film keduanya dengan dukungan studio A24 dan berhasil memvalidasi semua ekspektasi yang diberikan oleh penonton dan kritikus film. Slow-burner yang cerah dan khas "Midsommar" menjadi salah satu peristiwa paling berkesan di dunia film dalam beberapa tahun terakhir.
Kisah tentang sekelompok anak muda yang pergi untuk berkenalan dengan komune pagan di suatu tempat di Swedia, membagi penonton menjadi 2 kubu: penggemar berat, penonton yang mencari makna baru dalam film, mengagumi perhatian Aster terhadap detail dan memuji film karena atmosfernya yang menakutkan di bawah sinar matahari, dan mereka yang setelah menonton tetap marah dengan apa yang mereka lihat. "Midsommar" tidak meninggalkan siapa pun yang acuh tak acuh.
Dalam filmografi studio A24 masih ada banyak film keren yang dapat digolongkan ke dalam genre horor — seperti "Green Room" dan "Under the Skin" — jadi kami sarankan Anda untuk berbagi daftar film horor favorit Anda dari perusahaan yang layak ini di komentar.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.