
"Die Hart" mencampur realitas dan fiksi dalam upaya membuktikan kegagahan dan kerennya seorang komedian terkenal.
Pada 20 Juli, di platform Quibi yang berusaha mempopulerkan standar serial dengan episode berdurasi hingga 15 menit, sebuah proyek baru berjudul "Die Hart" dirilis. Peran utama dalam proyek ini dimainkan oleh komedian Amerika terkenal Kevin Hart, yang pada dasarnya memerankan dirinya sendiri, tetapi dalam situasi fiksi. Mari kita lihat seberapa jenaka komedi tentang bagaimana seorang pelawak populer mencoba menjadi bintang film laga ini.
Alur Cerita yang Lucu, Namun Sederhana di Pandangan Pertama
Kevin Hart, yang lelah karena hanya dianggap sebagai mitra komedi Dwayne Johnson dan bintang komedi, dengan lantang menyatakan bahwa ia bisa dan ingin menjadi pahlawan film laga. Salah satu sutradara favoritnya (Jean Reno) menawarinya peran utama dalam proyek barunya, tetapi sebelumnya, menurut Hart, ia harus melewati sekolah bintang laga Ron Wilcox (John Travolta, meskipun Bruce Willis sendiri yang diundang untuk peran ini).
Aktor yang lelah dengan citra yang melekat padanya adalah situasi yang cukup umum di dunia film nyata. Kita bisa mengingat banyak contoh bagaimana bintang Hollywood berubah haluan 180 derajat dalam karier mereka (Jim Carrey, Matthew McConaughey, Keanu Reeves, Will Smith, dll.). Bisa dibilang ini adalah cerita yang, meskipun tidak orisinal dalam konsepnya, cukup menarik. Terlebih lagi, ini adalah lahan subur untuk lelucon universal dan tepat, yang banyak terdapat dalam serial "Die Hart".
Kegilaan Sinema
Karena serial ini sepenuhnya didedikasikan untuk seni yang kita cintai, para kreator proyek Eric Appel, Tripper Clancy, dan Derek Kolstad memanjakan diri dengan mengisinya dengan referensi sinema dan telur Paskah. Ini terlihat di mana-mana, mulai dari judul episode yang mengulang nama film populer hingga kehadiran Josh Hartnett sebagai Josh Hartnett. Anda akan melihat banyak adegan yang familiar dan mendengar frasa yang dikenal, serta memperhatikan teknik sinematografi dan penyutradaraan yang umum. Dan tentu saja, ada juga lapisan ganda dalam cerita.
Humor yang Sukses
Serial "Die Hart" tidak akan berfungsi dengan baik jika tidak memiliki banyak lelucon yang sukses. Ada juga cukup banyak lelucon yang tidak terlalu lucu dan sekunder, tetapi mengingat episode yang sangat pendek, kepadatan humornya tinggi. Di sini mereka bercanda tentang citra aktor komedi, menempatkan karakter dalam situasi lucu, dan tentu saja penampilan akting (terutama Travolta) tidak kalah lucunya dari pukulan teks.
Haruskah Menonton Serial "Die Hart"?
Serial yang cukup lucu, cukup orisinal dengan Kevin Hart ini akan disukai oleh para penggemar artis maupun orang-orang yang mencintai film. Secara keseluruhan, ini adalah perhiasan kecil yang tidak wajib tetapi sangat menyenangkan, yang bisa ditonton dalam satu malam dan menghabiskan waktu dengan menyenangkan bersama para bintang yang bermain-main dan wanita cantik Nathalie Emmanuel.
Trailer:
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.