Preview image

Kami mencoba mencari tahu apakah layak menonton film 'The Night Clerk' yang dibintangi Tye Sheridan dan Ana de Armas.

Setelah hampir 19 tahun 'hening', Michael Cristofer, sutradara film 'Seduction' dan 'Gia', mempersembahkan karya terbarunya berjudul 'The Night Clerk'. Film yang dibintangi Tye Sheridan dan Ana de Armas ini, menurut penulisnya, seharusnya menjadi thriller yang menegangkan dan tak terduga, tetapi apakah Cristofer berhasil mewujudkan idenya di layar?

Tokoh Utama yang Tidak Biasa

Di tengah cerita film 'The Night Clerk' adalah seorang pemuda bernama Bart (Sheridan) yang menderita sindrom Asperger, namun hal itu tidak menghalanginya untuk bekerja di sebuah hotel. Bart memiliki masalah dengan komunikasi sosial, sehingga diam-diam ia memata-matai tamu hotel menggunakan kamera tersembunyi, khususnya mempelajari ucapan mereka yang bisa ia praktikkan.

Ulasan film 'The Night Clerk'

Kehidupan tenang Bart berakhir ketika terjadi pembunuhan di hotel, dan ia sendiri menjadi tersangka dalam kejahatan tersebut. Untuk menghindari stres pada pemuda itu, atasannya memindahkannya ke hotel lain. Di sinilah ia bertemu dengan wanita cantik Andrea (de Armas), yang menunjukkan simpati tak terduga padanya.

'The Night Clerk' Ana de Armas

Penggunaan karakter 'spesial' dalam alur cerita adalah langkah skenario yang cerdik, karena penonton bisa mengharapkan apa pun dari karakter seperti itu. Namun, jika pada tingkat konsep hal ini terlihat, jika tidak segar, setidaknya menarik, maka realisasi ide dalam film ini terlihat pincang.

Tentang Bart sendiri, kita tahu segalanya dalam beberapa menit pertama film, dan tidak ada pengembangan lebih lanjut untuk karakter tersebut. Ya, kita diperlihatkan beberapa adegan emosional yang menarik dengan karakter tersebut, tetapi mereka tidak mengungkapkan sisi baru dari kepribadian pemuda itu. Sheridan cukup baik dalam perannya pada saat-saat ini, meskipun, sejujurnya, Freddie Highmore sebagai autis dalam 'The Good Doctor' terlihat jauh lebih meyakinkan.

Elemen Detektif yang Lemah

Sebagai detektif, film 'The Night Clerk' tidak berfungsi sama sekali. Tidak ada intrik di dalamnya, karena pembunuhnya diperlihatkan sekilas di awal, dan kemudian karakter yang mungkin menjadi penjahat tersebut diperkenalkan dengan canggung. Meskipun ada upaya detektif yang diperankan oleh John Leguizamo yang terlihat lebih tua untuk menjebak Bart dengan bukti, tidak mungkin untuk mempercayainya, karena terlihat terlalu dipaksakan. Jadi, penonton hanya perlu menunggu akhir yang sudah mereka bayangkan sejak awal.

Untuk menambah ketegangan pada cerita, Michael Cristofer memutuskan untuk memasukkan seorang wanita cantik yang mematikan dan 'twist' yang membuat tangan Anda secara tidak sengaja ingin menutup wajah saat menonton. Ana de Armas memaksimalkan perannya yang sangat datar, dan chemistry mereka dengan Sheridan dalam beberapa adegan adalah yang terbaik dalam film ini.

'The Night Clerk' Ana de Armas

Haruskah Menonton Film 'The Night Clerk'?

Prestasi masa lalu Cristofer tidak membantunya membuat film yang benar-benar menarik dan menghibur. Jika bukan karena aktor berbakat yang memerankan peran utama (belum lagi Helen Hunt sebagai ibu Bart), maka 'The Night Clerk' akan menjadi film kategori B yang tidak menarik, yang pada dasarnya memang demikian.

Trailer: