Preview image

Film-film 90-an adalah penyelamat terbaik dari kebosanan saat karantina, bukan?

Karantina bukanlah waktu untuk bersedih, melainkan kesempatan bagus untuk mengisi celah dalam daftar film yang sudah ditonton. Hari ini kami menyajikan film-film 90-an yang bisa meningkatkan suasana hati, memikat dengan alur cerita yang tidak biasa, dan memanjakan dengan akting para pemain.

Edward Scissorhands (Edward Scissorhands, 1990)

Edward Scissorhands

Pada tahun 1990, Tim Burton menyutradarai salah satu film terbaiknya, yang sepenuhnya mencerminkan visi sinematik pribadinya. Bersamaan dengan itu, ia menghadirkan karakter yang sangat menyentuh hati ke dunia, yang tangannya adalah gunting. Ciptaan ilmuwan gila ini berusaha untuk hidup berdampingan dengan dunia yang kejam dan tidak berperasaan, sambil berkenalan dengan fenomena yang disebut 'cinta'. Jika di masa sulit ini Anda kekurangan romansa dan sedikit keeksentrikan, film ini sangat cocok untuk Anda.

The People Under the Stairs (The People Under the Stairs, 1991)

The People Under the Stairs

Mungkin pembuat film horor paling menonjol di tahun 90-an adalah Wes Craven, yang pada dekade itu menyutradarai film legendaris 'Scream' dan sekuelnya yang cerdas. Namun bukan hanya karya-karya ini yang layak mendapat perhatian Anda, karena film 'The People Under the Stairs', jauh sebelum film terkenal Jordan Peele, telah mengejek stereotip tentang orang kulit hitam dalam film horor. Dan isi cerita tentang rumah yang menyeramkan ini bisa mengejutkan bahkan para pecinta film paling setia sekalipun.

One False Move (One False Move, 1992)

One False Move

Drama kriminal berada di puncak popularitas di tahun 90-an, tetapi jika tidak membicarakan pilihan yang jelas seperti 'Reservoir Dogs', maka yang langsung terlintas di pikiran adalah film Carl Franklin yang ditulis oleh Billy Bob Thornton, yang juga memerankan salah satu peran utama. Di sini Anda akan menemukan gotik selatan yang populer saat ini, kekerasan ekstrem, masalah rasial, pertentangan antara polisi dan penjahat, serta bahan untuk dipikirkan dan didiskusikan setelah menonton.

Dazed and Confused (Dazed and Confused, 1993)

Seberapa baik Anda tahu film-film 90-an?

Jika selama karantina Anda kekurangan sedikit kecerobohan dan kegilaan, maka karya cemerlang Richard Linklater dengan Matthew McConaughey, Ben Affleck, dan Milla Jovovich yang masih muda saat itu adalah obat bagi jiwa. Seks, narkoba, dan rock 'n' roll adalah atribut utama dari kisah pendewasaan ini.

Heavenly Creatures (Heavenly Creatures, 1994)

Heavenly Creatures

Jauh sebelum membuat film blockbuster Hollywood yang besar, Peter Jackson sibuk membuat film-film beranggaran rendah yang kreatif dan menarik. Salah satu contohnya adalah film 'Heavenly Creatures' dengan Kate Winslet yang saat itu belum terkenal. Cerita ini mengangkat isu persahabatan wanita dan kekejaman remaja, dan dasar cerita nyata menambah kredibilitas dan daya pikat film ini.

Jumanji (Jumanji, 1995)

Jumanji

Jika Anda berpikir film-film 90-an tidak bisa membanggakan blockbuster yang spektakuler dan megah, maka Anda pasti belum melihat 'Jumanji' dengan Robin Williams yang berbakat tanpa batas. Berbeda dengan sekuel-sekuel terbarunya, film aslinya menakutkan, menarik, dan mendidik. Ya, grafisnya sekarang mungkin tidak terlihat serius, tetapi petualangan para karakter yang terkait dengan permainan yang mematikan ini tetap terasa menegangkan.

From Dusk Till Dawn (From Dusk Till Dawn, 1996)

From Dusk Till Dawn

Penampilan akting yang brilian dari George Clooney dan Quentin Tarantino, lagu legendaris Tito & Tarantula, tarian Salma Hayek yang tak terlupakan dengan ular piton, pertarungan spektakuler antara manusia dan vampir - film Robert Rodriguez ini bisa ditonton dan ditonton ulang tanpa henti.

Hana-bi (Hana-bi, 1997)

Hana-bi

Tahun 1997 dalam sejarah perfilman hampir mencapai status luar biasa. Nilailah sendiri, saat itu dirilis 'Titanic', 'Knockin' on Heaven's Door', 'Brother', 'Life Is Beautiful', 'The Fifth Element' dan banyak proyek hebat lainnya. Namun, yang menonjol di tahun 90-an adalah film-film Takeshi Kitano, seorang master film gangster Jepang dengan latar belakang filosofis yang kuat. Dan hari ini kami ingin menyoroti 'Hana-bi', salah satu karya penulis yang paling puitis dan terlepas, yang mampu membangkitkan kesedihan bahkan pada penonton yang paling skeptis sekalipun.

Taxi (Taxi, 1998)

Taxi

Bagi banyak penonton, film-film 90-an sangat erat kaitannya dengan komedi yang lucu dan cerdas. Memang, dekade ini memanjakan kita dengan banyak film komedi dari berbagai genre. Misalnya, sebagai komedi aksi terbaik, kita bisa dengan yakin menyebut 'Taxi' karya Gérard Pirès. Adegan kejar-kejaran yang tidak biasa, polisi yang kikuk tanpa henti, karakter karismatik yang dipimpin oleh Samy Naceri yang menawan dan Marion Cotillard yang menarik - semua ini bersatu dalam komedi Prancis ini.

Fight Club (Fight Club, 1999)

Fight Club

Film kultus David Fincher dengan Edward Norton, Brad Pitt, dan Helena Bonham Carter sebagai pemeran utama menjadi penutup yang spektakuler untuk dekade ini. Kutipan dari film ini telah menjadi bagian dari budaya populer, adegan-adegan tertentu sering ditiru oleh sutradara dari berbagai genre dan skala, dan lagu Where is my mind telah tertanam kuat di benak para penonton yang setidaknya pernah melihat mahakarya ini. Menontonnya lagi saat karantina? Mengapa tidak?