
Seberapa organik sudut pandang grotesque sutradara "Dogman" terhadap dongeng klasik Carlo Collodi "Petualangan Pinokio"?
Akui saja, Anda kurang tahu isi dongeng Carlo Collodi "Petualangan Pinokio". Tidak ada yang salah dengan itu, karena sejak kecil kita semua lebih akrab dengan anak kayu lain dan petualangannya dengan kunci emas.
ᅠ
"Pinokio" karya Collodi sama sekali bukan karya anak yang paling manis dan ramah. Ada kelinci penggali kubur, keledai yang tenggelam, dan momen-momen menyeramkan lainnya yang dapat berdampak buruk pada jiwa anak yang masih rapuh.
Untuk apa pengantar liris ini? Ya, karena orang Italia Matteo Garronne tidak mau berkompromi dan memindahkan kisah klasik ke layar lebar sebagaimana adanya—keras dan mendidik, namun tetap ajaib dan penuh teka-teki.
Namun sang sutradara menambahkan humor gelap dan grotesque yang secara menakjubkan berfungsi baik dalam konteks cerita maupun sebagai sindiran terhadap beberapa aspek kehidupan modern.
Alur cerita klasik
Dalam ceritanya, Geppetto memutuskan untuk membuat boneka paling cantik dari kayu, tetapi ciptaannya tiba-tiba hidup dan sejak awal hanya membawa masalah: melarikan diri dari "ayahnya", atau kehilangan kakinya secara konyol. Anak laki-laki yang gelisah ini kemudian terseret dalam pusaran peristiwa, bertemu dengan berbagai karakter khas, mulai dari peri cantik hingga kucing dan rubah pencuri.
Aspek teknis yang mengesankan
Perancang M. Kulir, pemenang Oscar dua kali, menghidupkan karakter dongeng dengan tata rias prostetik yang mengesankan. Karakternya terkadang menyeramkan, terkadang lucu. Namun keinginan untuk meminimalkan penggunaan CGI justru menguntungkan keseluruhan nuansa dongeng, berpadu dengan lokasi Italia yang menakjubkan dan beragam.
ᅠ
Musik pengiring juga patut mendapat perhatian khusus. Pemenang Oscar lainnya, Dario Marianelli, menciptakan musik yang begitu ajaib sehingga Anda pasti enggan kembali ke dunia nyata setelah mendengarnya.
Apakah layak ditonton?
Film yang kontroversial ini sulit direkomendasikan untuk semua orang, terutama orang tua dengan anak kecil, namun para penikmat seni pasti harus menonton karya Garronne "Pinokio".
Komentar
0Belum ada komentar.