Tampaknya keandalan infrastruktur Eropa Timeweb Cloud menimbulkan pertanyaan serius. Klien penyedia kembali menghadapi gangguan besar di pusat data yang berlokasi di Belanda, yang untuk keempat kalinya dalam kuartal ini mengancam operasional proyek mereka.

Gangguan Lagi di Amsterdam: Kronologi Masalah

Kali ini, kegagalan telah berlangsung hampir sehari penuh, dan perusahaan tidak memberikan perkiraan yang jelas mengenai waktu pemulihan. Dukungan teknis bungkam, dan status resmi tidak diperbarui . Menurut data dari layanan Downdetector, dalam 24 jam terakhir telah diterima lebih dari 1.600 keluhan dari pengguna yang melaporkan server VPS dan panel kontrol tidak dapat diakses .

Penyedia menjelaskan insiden tersebut sebagai akibat dari kegagalan sistem pendingin dan serangan DDoS . Namun, argumen ini menimbulkan skeptisisme: saat ini tidak ada gelombang panas yang tidak normal di wilayah tersebut, dan masalah serupa dengan pendinginan dan catu daya di Amsterdam terjadi secara sistematis — pada bulan Mei, hal itu menyebabkan pemadaman listrik di ruang mesin .

Pelanggaran SLA yang Kritis

Kasus ini mengungkap masalah mendalam dengan kualitas layanan yang secara langsung bertentangan dengan standar yang diiklankan. Perusahaan menyatakan kepatuhan terhadap tingkat Tier III dan menjamin uptime 99,98% — yang berarti tidak lebih dari 1 jam 45 menit downtime per tahun .

Namun, situasi sebenarnya sangat berbeda. Menurut data yang dikumpulkan dari pemberitahuan resmi penyedia itu sendiri:

  • Hanya pada bulan Mei dan Juni 2026, total waktu ketidaktersediaan server di zona Amsterdam (ams-1) mencapai sekitar 46 jam .
  • Ini melebihi batas tahunan yang dijanjikan dalam SLA lebih dari 26 kali .
  • Ketersediaan aktual selama periode ini sekitar 96,8%, bukan 99,98% yang dijanjikan .

Terlebih lagi, analisis insiden terperinci yang dijanjikan setelah kegagalan bulan Mei tidak pernah dipublikasikan .

Post image

Orang mungkin mengira ini karena gelombang panas yang tidak normal di Eropa, tetapi jika dilihat, saat ini hujan turun di atas Amsterdam dan wilayah tersebut, dan suhu rata-rata di wilayah itu hanya 23 derajat Celcius, dan kerusakan semacam ini juga terjadi beberapa bulan lalu. 

Apa Kata Klien dan Pasar

Masalah Timeweb di Belanda tidak terbatas pada kegagalan teknis. Pengguna di platform independen mencatat bahwa alamat IP yang secara resmi terdaftar di kawasan Eropa sering diidentifikasi sebagai Rusia, yang menyebabkan pemblokiran di layanan luar negeri . Ini dapat meniadakan keuntungan utama menggunakan pusat data Eropa.

Para pembaca yang terhormat, pengalaman apa yang Anda miliki dengan Timeweb Cloud di Eropa? Dan apa yang dapat Anda rekomendasikan sebagai alternatif? Penyedia mana yang menurut Anda paling andal untuk hosting proyek di Belanda dan mengapa? Bagikan rekomendasi Anda di komentar!