Kelihatannya ini cara paling gampang untuk menghibur diri dengan cepat. Tapi penelitian menunjukkan efek yang tak terduga.

Psikolog dari Universitas Toronto menemukan: ketika seseorang bosan, terus-menerus berpindah antar video pendek tidak mengurangi kebosanan, malah bisa memperkuatnya. Partisipan eksperimen merasa kurang terlibat dan mendapat lebih sedikit kesenangan dari menonton dibandingkan mereka yang dengan tenang menonton satu video sampai habis.

Kenapa bisa begitu?

Saat kita bosan, otak mulai mencari stimulus yang lebih kuat. Sepertinya video berikutnya akan lebih menarik dari sebelumnya. Tapi setiap perpindahan baru justru semakin memecah perhatian. Akibatnya, kita mengonsumsi lebih banyak konten, tapi merasa semakin kurang puas.

Proses-proses ini mengarah pada efek jangka panjang.

Setiap kali kita berpindah antar stimulus pendek, kita melatih otak untuk bekerja dalam mode seperti itu—secara terfragmentasi, menunggu pergantian gambar yang konstan.

Dan semakin sering ini terjadi, semakin sulit nantinya untuk beralih ke mode sebaliknya: mempertahankan perhatian pada satu tugas, membaca teks panjang, berpikir dalam tentang suatu masalah tanpa keinginan untuk segera mengalihkan perhatian.

Jadinya lingkaran setan: bosan—scroll reels—perhatian terpecah—pendalaman semakin sulit—lebih cepat bosan. Lingkaran ini hanya bisa diputus di satu titik: saat tangan sudah meraih ponsel, tapi keputusan belum diambil.