Durov bereaksi terhadap berita kasus pidana. Pendiri Telegram menolak tuduhan membantu terorisme. Ia mengatakan bahwa otoritas Rusia, menurutnya, mencari alasan baru untuk memblokir aplikasi perpesanan tersebut. Durov menambahkan bahwa dengan cara ini pihak berwenang ingin menekan hak atas privasi dan kebebasan berbicara.

@newbiysk22