Konon, kamu belum benar-benar menguasai suatu bahasa sampai kamu bisa berpikir dalam bahasa itu. Itu benar. Dan ini adalah proses yang sangat menarik, bahkan sedikit mengingatkan pada kepribadian ganda. Meskipun sebenarnya kita tidak berurusan dengan gangguan mental, melainkan contoh indah dari plastisitas otak manusia.
Saat meningkatkan kemampuan bahasa ke tingkat lanjutan, otak melakukan pekerjaan luar biasa: ia membangun "rumah" baru untukmu. Di rumah ini ada sistem koordinat yang berbeda, lelucon yang berbeda, tempo bicara yang berbeda, logika pembentukan kalimat yang berbeda, prinsip-prinsip keindahan bunyi yang berbeda. Apa yang terdengar kasar dalam bahasa Rusia, terdengar normal dalam bahasa Inggris. Apa yang memalukan untuk dibicarakan dalam bahasa ibu, mudah dibahas dalam bahasa asing. Setiap bahasa memiliki beban sejarahnya sendiri, nuansa kecilnya sendiri yang tidak bisa dijelaskan secara logis, hanya perlu dirasakan, dan seterusnya.
Dan di rumah ini tinggal DIRI yang lain atau berbeda. Subkepribadian yang utuh dengan karakternya sendiri. Karakter tambahan yang bisa kamu alihkan untuk memainkannya dalam permainan bernama kehidupan.
Dan kamu juga bisa membuatnya berdebat dengan karakter defaultmu (yang terikat pada bahasa ibu) atau membantunya dalam menyelesaikan tugas. Misalnya, saat saya menulis buku, sering kali harus berjuang melawan "writer's block" ketika tidak berhasil menjembatani celah logis menuju episode cemerlang berikutnya yang sudah terlihat. Beralih ke karakter kedua yang berbahasa Inggris sangat membantu di sini: jalan pintas segera ditemukan, hanya dengan mengubah sudut pandang.
Karakter kedua biasanya kurang emosional, karena bahasa asing dipelajari jauh lebih lambat daripada bahasa ibu dan dalam lingkungan yang lebih tenang, sehingga lebih sedikit trauma dan situasi tidak menyenangkan yang terkait dengannya. Ini berguna saat harus menghadapi sesuatu yang berat dalam hidup. Beralih ke karakter kedua menjadi semacam perlindungan dari kecemasan dan rasa sakit emosional.
Dan ketiga: menjadi penerjemah itu hebat, terutama jika kamu seorang penulis. Pikirkan sendiri: tidak setiap penulis terkenal memiliki terjemahan buku ke bahasa lain, tetapi kamu, jika bisa berpikir dalam bahasa lain selain bahasa ibu, memilikinya. Ini adalah kemewahan yang selalu bersamamu, termasuk dalam kategori hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Karena tidak ada yang akan menerjemahkan buku dengan cinta, perhatian, dan pemahaman yang sama seperti penulisnya sendiri.
#diBalikLayar #terjemahan #menulisBuku
Komentar
0Belum ada komentar.