Lama sekali saya merasa tidak ada gunanya menulis tentang kesehatan pria - pria tidak tertarik dengan hal ini.

Tapi beberapa hari lalu saya mengikuti webinar tentang kesehatan wanita 30+. Di tengah kuliah, dokter harus berhenti: chat benar-benar dibanjiri pertanyaan tentang suami. "Bagaimana kalau dia mulai susah tidur?", "Kenapa dia selalu tidak puas dengan segalanya?". Wanita, yang sedang memahami hormon mereka sendiri, melihat bahwa sesuatu yang serupa terjadi pada pasangan mereka.

Jadi saya memutuskan untuk melakukan "pembicaraan pria".

Gambaran yang familiar? Pria 40+. Segalanya tampak normal, tapi dia perlahan berubah menjadi pengomel. Semua salah: pemerintah tidak benar, bos bodoh, macet membuat kesal. Ditambah tidur terganggu (terbangun di tengah malam) dan muncul dengkuran, meskipun berat badan tidak berubah.

Biasanya ini dianggap sebagai kelelahan atau "krisis paruh baya". Tapi dalam pengobatan preventif diketahui: ini sering bukan karena karakter buruk, melainkan bug sistem. Lebih tepatnya - penurunan progesteron.

Kita terbiasa menganggapnya sebagai hormon wanita. Tapi pada pria juga ada, dan turun paling pertama - bahkan sebelum testosteron.

Apa fungsinya pada pria?
🖤Tidur nyenyak. Di otak, ia berubah menjadi neurosteroid - relaksan alami yang kuat. Tidak ada progesteron - tidur menjadi dangkal.
​🖤 Pembengkakan dan dengkuran. Ia mengencangkan otot-otot saluran napas. Saat defisit, jaringan membengkak, mengendur, dan muncul dengkuran terkait usia.
​​🖤 Ketenangan. Ia memberi perasaan "semua akan baik-baik saja". Begitu ia turun, dunia terasa bermusuhan, dan orang mulai mengomel.

​Mengapa sistem mengalami gangguan?
Setelah usia 40 tahun, produksi hormon pasti melambat. Tapi pukulan utama datang dari stres.
Dalam pengobatan integratif, ini disebut sindrom pencurian (pregnenolone steal). Tubuh memiliki bahan baku dasar - kolesterol. Dari situ dibangun hormon ketenangan (progesteron, testosteron) atau hormon bertahan hidup (kortisol).

Ketika seorang pria hidup dalam stres kronis - tenggat waktu, kredit, kurang tidur - tubuh berpikir bahwa krisis global telah tiba. Tidak ada waktu untuk istirahat. Sistem membuang semua bahan baku ke kortisol, menyedot dirinya sendiri.
(Ilmu akademis menjelaskannya secara berbeda: otak saat stres hanya mematikan sinyal untuk produksi hormon seks. Tapi intinya sama: progesteron tidak memiliki bahan untuk dibangun).

Apa yang harus dilakukan?
Mencoba mengobatinya dengan liburan tidak berguna. Liburan akan berakhir, tapi biokimia tetap ada.

Di klinik biasa, progesteron tidak diperiksa pada pria. Ini adalah tugas spesialis pengobatan anti-penuaan (anti-age). Mereka melihat hormon secara keseluruhan dan dapat meresepkan kompensasi (ya, pria juga diberi progesteron bioidentik dalam dosis mikro).

Penting: hormon tidak diminum secara buta. Pada wanita, standar emas pemantauan terapi adalah USG panggul dan metabolit estrogen. Pada pria, ada panel keamanan sendiri. Dokter yang kompeten tidak akan meresepkan terapi tanpa memantau PSA (penanda kesehatan prostat) dan hematokrit (kekentalan darah). Plus pemantauan estradiol, agar hormon pria tidak berubah menjadi hormon wanita secara tidak sengaja.

Tapi jika semuanya dilakukan dengan benar, keajaiban terjadi🔮: dengkuran hilang, tidur kembali, dan alih-alih tetangga yang selalu tidak puas, Anda kembali melihat orang yang waras.

Pria, jika Anda mengenali diri sendiri - jangan tunggu sampai sifat mengomel menjadi ciri utama Anda. Ini adalah gangguan pengaturan yang bisa diperbaiki.
Wanita, Anda paham. Forward postingan ini kepada yang membutuhkan.

@nastroi_zdorovie 🎧