Dalam filateli Iran setelah tahun 1979, terdapat satu motif yang berulang: kesyahidan dalam konteks religius-politik. Tentu saja, motif ini sudah muncul pada prangko Iran sebelum revolusi Islam, tetapi setelah revolusi itulah motif ini menjadi cerminan nyata dari wacana resmi Teheran. Perlu dikatakan bahwa motif serupa juga ditemukan pada prangko negara-negara Muslim lainnya, misalnya Bangladesh, Yaman, dan tentu saja Irak.
Puncak motif kesyahidan pada prangko Iran terjadi pada akhir 1980-an, tepatnya menjelang berakhirnya perang Iran-Irak yang berlangsung selama 8 tahun. Misalnya, pada tahun 1988, 28 dari 88 prangko dalam set tahunan didedikasikan untuk para syuhada yang gugur dalam berbagai pemberontakan, revolusi, dan perang, yang tidak hanya menyangkut Iran secara langsung, tetapi juga Palestina, Arab Saudi, dan negara-negara lain.