Pada tahap awal perang, Iran berusaha memotong sumber pendapatan Irak
Pada tahap awal perang, Iran berusaha memotong sumber pendapatan Irak. Pada November 1980, pasukan khusus Iran dengan dukungan angkatan laut dan angkatan udara menyerang terminal minyak Irak di Mina al-Bakr dan Al-Faw. Sejalan dengan aksi militer langsung, Teheran menggunakan pengaruh diplomatik, meyakinkan Suriah untuk menutup pipa minyak Irak yang melintasi wilayahnya, sehingga Iran secara efektif memutus akses Baghdad ke pasar Mediterania. Kemudian, pada Maret 1984, pasukan Iran melancarkan serangan di selatan, merebut sebagian Kepulauan Majnun yang kaya minyak. Puncak dari strategi Iran adalah perebutan semenanjung dan pelabuhan minyak Al-Faw yang ditinggalkan pada Februari 1986 melalui operasi amfibi yang sukses melintasi Sungai Shatt al-Arab. Bahkan di utara, Iran berusaha mengancam produksi minyak Irak: pada tahun 1987, unit Iran bersama pemberontak Kurdi mengepung garnisun di Mawat, mengancam ladang minyak Kirkuk dan pipa minyak ke Turki.
Irak, pada gilirannya, mengandalkan pemboman jarak jauh dan mengganggu pengiriman laut musuh. Mulai tahun 1981, Baghdad menyerang pelabuhan dan kompleks minyak Iran, serta kapal tanker netral yang menuju Iran. Target utama angkatan udara Irak sepanjang perang adalah terminal ekspor utama Iran di Pulau Kharg, yang menangani sebagian besar aliran minyak Iran. Selama perang, lebih dari 9.000 bom dijatuhkan di pulau itu, hampir sepenuhnya menghancurkan kapasitas aslinya, meskipun Irak tidak pernah berhasil melumpuhkan terminal sepenuhnya. Secara keseluruhan, perebutan minyak melalui pendudukan ladang, penghancuran kapasitas pemrosesan dan ekspor, serta serangan terhadap kapal tanker, menjadi landasan strategi kedua belah pihak selama perang delapan tahun.
Namun, serangan timbal balik terhadap infrastruktur pengilangan minyak tidak menghalangi Iran untuk menampilkan, pada dua perangko yang diterbitkan pada tahun 1986 dan 1989, kisah penghancuran dan pemulihan kilang minyak di kota Abadan di barat daya Iran.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.