Mari Bicara tentang Wawancara (Bagian 1) 😎

Wawancara sebagian besar tentang kesesuaian dengan kriteria. Pewawancara penting untuk memahami cara berpikir Anda.
Baru-baru ini ada wawancara. Orang itu gagal di soft skills. Dan dia terus terang: hanya persiapan untuk teknis.

Tahu bahwa harus menulis GROUP BY, tapi tidak tahu mengapa - tidak berguna 💯

Saya kumpulkan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara untuk analis. Mari kita perankan skenario.

Soft skills. Tahap HR.

Menurut statistik, justru di sinilah paling sering ditolak. Karena ketidakmampuan merumuskan pikiran.

1️⃣ "Ceritakan tentang situasi ketika Anda bekerja di bawah tekanan tenggat waktu"

❌ "Yah, kami selalu punya tenggat waktu, saya sudah terbiasa"
✅ "Menyiapkan laporan untuk klien. Biasanya tenggat 2 minggu, diberikan 5 hari. Saya memecah tugas menjadi blok, mengotomatiskan pengumpulan data dengan skrip, menghilangkan pengecekan manual. Selesai tepat waktu"

Perbedaannya 🤔
Yang pertama tidak mengatakan apa-apa. Yang kedua memberikan situasi, tindakan, hasil. Metode STAR.
Ingat kata ini. Mereka sangat suka nama-nama metodologi yang trendi.
Anda bisa mengikuti metode ini secara intuitif, tetapi dalam wawancara penting untuk menggunakan frasa yang diterima secara umum 👌

2️⃣ "Bagaimana Anda menjelaskan analisis kompleks kepada orang tanpa latar belakang teknis?"

❌ "Yah, saya menggunakan visualisasi..."
✅ "Saya hilangkan istilah. Alih-alih 'p-value < 0.05' saya bilang: kami 95% yakin ini bukan kebetulan. Alih-alih 'retention Day 7': dari 100 pengguna baru, setelah seminggu 30 akan kembali."

Pewawancara di sini tidak menguji pengetahuan. Apakah Anda bisa berbicara dengan bisnis. 80% pekerjaan analis adalah ini 💯

Excel favorit kami

Enam bulan pertama perjalanan karier sebagian besar terdiri dari Excel. Mari kita perankan skenario di sini juga.

3️⃣ "Jelaskan cara kerja VLOOKUP dan kapan tidak cocok?"

✅ "VLOOKUP mencari nilai di kolom pertama rentang dan mengembalikan nilai dari kolom yang ditentukan. Tidak cocok ketika kunci berada di sebelah kanan nilai. Maka INDEX+MATCH. Di versi baru, XLOOKUP mencari ke segala arah."

4️⃣ "Bagaimana Anda menemukan duplikat di tabel dengan 50.000 baris?"

✅ "Pemformatan bersyarat atau COUNTIF: =COUNTIF(A:A, A2)>1. Atau Data → Remove Duplicates dengan menyalin terlebih dahulu."

Kadang juga ditanya tentang pintasan keyboard. Tidak menjawab - dan poin wawancara terlewat.
Ctrl+Shift+L, Ctrl+T, Alt+=. Itu minimal dasar.
Postingan ringkasan dengan pintasan keyboard.

5️⃣ Studi kasus produk

"Retention turun 15% dalam sebulan. Tindakan Anda?"

❌ "Harus memperbaiki produk dan meluncurkan iklan"
✅ "Pertama saya klarifikasi: retention yang mana?
Day 1, Day 7, Day 30?
Lalu saya potong data berdasarkan kohort dan saluran akuisisi.
Jika penurunan hanya di satu saluran - itu bukan masalah produk, tapi masalah traffic. Saya periksa faktor eksternal: musiman, pembaruan, perubahan iklan. Dan baru kemudian hipotesis."

Contoh-contoh ini dari praktik saya dan dari pengalaman orang-orang yang sering mengikuti wawancara. Sebagian besar kegagalan bermuara pada pola pikir, bukan alat.

Penyebab penolakan paling umum:
- alat yang lemah (Excel, SQL, Python),
- tidak ada contoh konkret (STAR!),
- tidak ada satu pun pertanyaan balik ke pemberi kerja (datang wawancara, tapi tidak tahu perusahaan bergerak di bidang apa),
- ekspektasi gaji yang terlalu tinggi (ya, meminta 100k dengan pengalaman nol tidak bijak; hal seperti ini sering terjadi).

Ini adalah fondasi: soft skills, Excel, pola pikir. Dan pertanyaan SQL dari wawancara akan kita bahas di postingan berikutnya.

Pertanyaan apa yang paling sering Anda temui? Tulis di komentar, kita lihat.

@data_dzen🙂