Jadwal biasanya adalah tidur jam dua atau tiga pagi, karena "ya, aku kan burung hantu, ini sudah kodrat". Lagipula, setelah bekerja seharian, malam hari (dan sedikit larut malam) ingin kuhabiskan untuk diriku sendiri.
Akibatnya, pagi hari selalu menjadi waktu bertahan hidup yang menyiksa dengan iringan sumpah serapah pada alarm.
Dan aku sungguh percaya bahwa ini hanyalah firmware genetikku. Sebuah konstanta yang tak berubah.
Tapi di awal Maret, aku memutuskan untuk melakukan eksperimen. Awalnya hanya mencari topik untuk saluran YouTube dan ingin mencoba format tantangan: misalnya, 30 hari tidur jam 22, bangun jam 6.
Dan apa yang direncanakan sebagai eksperimen, membawa hasil yang mengejutkan.
Yah, awalnya memang berat. Di atas kertas semuanya mudah: tidurlah di waktu yang ditentukan, apa susahnya? Tapi dalam praktiknya, ternyata selalu ada urusan yang belum selesai atau video menarik yang ingin ditonton sebelum tidur.
Meski begitu, aku terus berusaha keras untuk tidur dan bangun di waktu yang ditentukan. Dan setelah beberapa minggu, kejutan pertama terjadi: aku mulai bangun sendiri. Lima sampai sepuluh menit sebelum alarm. Dan tanpa perasaan seperti dipukul kepalaku dengan karung debu. Tubuh seolah memutuskan sendiri bahwa sudah waktunya bangun.
Tapi hidden gem utama baru ditemukan kemudian. Ternyata, pagi hari adalah periode paling produktifku. Dalam waktu sekitar dua jam di pagi hari, kadang aku bisa menyelesaikan lebih banyak daripada seharian penuh kerja sebagai "burung hantu".
Dan itu belum semua manfaatnya. Whoop secara konsisten menunjukkan zona pemulihan hijau, di tinju napasku terasa lebih ringan, di gym angkatanku naik.
Singkatnya, aku menyadari bahwa aku bukanlah burung hantu.
Aku adalah seorang morning person yang selama bertahun-tahun tidak memberi diriku kesempatan untuk mencoba yang lain. Apa yang kukira sebagai "genetika" dan "kodrat", ternyata hanyalah kebiasaan lama yang usang.
Dan aku tidak mengajakmu untuk besok pagi bangun jam enam. Aku menawarkan hal lain: ragukan identitas dirimu sendiri. Mungkin kamu juga bukan "burung hantu genetik" atau "orang yang tidak suka olahraga", melainkan hanya seseorang yang terlalu terbiasa dengan skenario tertentu.
Hampir tiga puluh tahun aku salah tentang diriku sendiri.
Sekarang aku penasaran, apa lagi yang salah tentang diriku.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.