








Sepertinya kebahagiaan tidak pernah datang dengan keras. Ia bersembunyi di balik sinar matahari, di aliran sungai yang lambat, di asap yang berbau musim panas lebih kuat dari kenangan apa pun.
Ia tidak membutuhkan kata-kata. Ia dikenali dari bagaimana waktu tiba-tiba berhenti terburu-buru. Saat hewan-hewan tidur tanpa kegelisahan. Saat tangan-tangan menemukan pekerjaan sederhana. Saat air terus bergerak, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, kau tidak berusaha mengejarnya.
Mungkin, hidup terdiri dari momen-momen yang tampak biasa saja. Dan baru kemudian kau menyadari bahwa justru momen-momen itulah yang tetap bersamamu selamanya.
Karena momen-momen seperti itulah yang kemudian menjadi sesuatu yang kau rindukan.
Komentar
0Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berdiskusi.