PRODUK BAGUS TIDAK DIBELI. APA YANG HARUS DILAKUKAN — TUTUP?

Tidak selalu.

Ada logika berbahaya:
🔴tidak ada penjualan
🔴produk buruk
🔴kita tutup proyek

Tapi pasar bisa berbicara sebaliknya:

🟢 Anda menjual kepada pelanggan yang salah;
🟢 Anda memecahkan masalah yang salah;
🟢 Anda salah menjelaskan nilai;
🟢 Anda memilih saluran yang salah;
🟢 atau Anda terlalu cepat memutuskan untuk melakukan scaling.

Dan di sinilah muncul pivot.

Eric Ries dalam The Lean Startup menggambarkan pivot sebagai perubahan strategi yang terstruktur untuk menguji hipotesis fundamental baru.


Jika lebih sederhana:

pivot bukan berarti "kita gagal".

Itu berarti "kita mendapat data dan tahu harus berbelok ke mana".


Terlebih lagi, untuk produk fisik ini sangat penting.

⌨️ Di IT, hipotesis yang gagal bisa berakhir dengan versi baru aplikasi.

🏭 Di manufaktur — gudang produk, bahan baku yang dibeli, kemasan, peralatan, dan Excel yang sangat menyedihkan dengan ekonomi proyek...

Oleh karena itu, pivot yang baik sebaiknya dilakukan sebelum scaling.

Contoh yang bagus — Dyson 💨.

James Dyson menghadapi kenyataan bahwa penyedot debu biasa kehilangan daya saat kantongnya terisi. Pada akhirnya, ia melalui 5.127 prototipe sebelum mencapai solusi siklon tanpa kantong yang terkenal.

Pertanyaannya berubah dari:
❌ "Bagaimana cara memperbaiki penyedot debu biasa?"
menjadi:
"Bagaimana cara menghilangkan penyebab hilangnya daya sama sekali?"

Dan Tefal🍳 menunjukkan prinsip penting lainnya.

Pembeli, pada dasarnya, tidak membutuhkan "teknologi lapisan inovatif".

Dia butuh makanan tidak lengket, dan wajan tidak perlu dicuci seperti membersihkan bekas kecelakaan industri.

Artinya, yang dijual bukan teknologi.
Yang dijual adalah hasil untuk manusia.

Dan inilah kesimpulan utamanya.

Jika produk tidak laku, sebelum menguburnya, saya akan memeriksa lima hal:

1️⃣ Pelanggan
2️⃣ Masalah
3️⃣ Nilai
4️⃣ Skenario penggunaan
5️⃣ Model peluncuran.

Mungkin, mengubah produk itu sendiri tidak perlu sama sekali.

Terkadang cukup mengubah hipotesis tentang kepada siapa, mengapa, dan nilai apa yang sebenarnya Anda jual.

Karena itu saya suka pertanyaan sederhana dari logika JTBD:

"Pelanggan kami tidak membeli ________, tetapi kesempatan untuk ________".

Coba masukkan produk Anda di sana.

Jika bagian kedua kalimat sulit dirumuskan — mungkin di situlah pivot Anda berikutnya tersembunyi💡

💬 Dan mana yang lebih berbahaya: tepat waktu meninggalkan hipotesis awal atau terlalu lama membuktikan kepada pasar bahwa mereka salah?

#metodologi