Betapa seringnya aku takut pada situasi atau proyek baru, bahkan tanpa alasan yang jelas. Lalu menyelesaikannya dengan gemilang, mendapat umpan balik positif, dan bahkan menertawakan ketakutanku sendiri. Sering kupikir, berapa banyak waktu dan tenagaku yang terbuang untuk memikirkan kemungkinan "kegagalan". Dan mengapa kita terbiasa berbicara pada diri sendiri dari posisi "bagaimana aku akan mengatasi kegagalan ini"? Alih-alih mengandalkan pengalaman, kekuatan, dan keinginan kita.

Saat membangun perilakuku dalam sesi dan kehidupan, aku mulai menyadari bagaimana salah satu dari lima prinsip Milton Erickson* bekerja. Bunyinya: setiap orang sudah memiliki semua yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.

Jika masalah muncul, berarti orang tersebut sudah memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya. Jika tidak, masalah itu tidak akan muncul. Kita berada di titik yang merupakan hasil dari keputusan masa lalu kita. Artinya:

Kita juga memiliki kunci untuk perubahan. Artinya, semua yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi kesulitan sudah ada di dalam diri kita. Terkadang sumber daya ini muncul secara tidak langsung, tetapi mereka ada – dalam pengalaman, pengetahuan, kebiasaan, kemampuan tersembunyi, dan potensi batin.


Setuju, dari posisi seperti itu, melihat urusan kita jauh lebih menyenangkan.

Bagaimana menerapkan prinsip ini dalam kehidupan?
▪️Ingatlah kemenangan masa lalu.
Kualitas apa yang membantumu mengatasi sebelumnya?
▪️Identifikasi keterampilan tersembunyi.
Apa yang bisa kamu lakukan tetapi masih kamu remehkan?
▪️Beri dirimu waktu!
Terkadang yang dibutuhkan bukan tindakan baru, tetapi kemampuan untuk berhenti, mendengarkan diri sendiri, dan memilih secara sadar.

*Milton Erickson - pelopor coaching modern, psikiater dan psikoterapis yang mengembangkan prinsip-prinsip yang mendasari pendekatan coaching

#pro_coaching #untuk_dipikirkan