
Di postingan sebelumnya saya menyinggung topik reaksi terhadap tindakan orang lain. Situasinya bisa apa saja, tidak harus tentang dansa sosial)
Anda mungkin merasa iri/menghakimi/emosi lain terhadap tindakan orang lain. Dan reaksi ini pertama-tama memberi tahu Anda tentang diri Anda sendiri.
Contoh:
1️⃣Rekan kerja menyampaikan pendapatnya kepada atasan di depan semua orang (membuat kesal), 2️⃣tetangga membeli mobil baru (iri), 3️⃣teman berhenti kerja dan beralih ke freelance (menghakimi). Tentang apakah perasaan yang Anda alami saat melihat situasi ini?
Dalam sesi juga sering terjadi bahwa "penghalang" menuju tujuan adalah perilaku orang lain. Namun dalam proses dialog, dengan mengajukan pertanyaan yang tepat, situasi berubah dari sudut pandang lain. Reaksi bisa disebabkan tidak hanya oleh peristiwa eksternal, tetapi juga oleh faktor internal: ketakutan, kebencian, harga diri rendah, dll. Dan bisa berbicara tentang sikap terhadap diri sendiri dibandingkan dengan orang lain.
Mari kita lanjutkan dengan contoh
1️⃣rekan kerja bisa berbicara di depan semua orang - itu sangat berani. Saya kesal karena saya tidak bisa, saya takut, bagaimana jika saya salah. Lebih baik diam. Diam = tidak membuat kesalahan.
2️⃣tetangga membeli mobil. Saya iri. Saya juga ingin. Tapi mobil seperti itu hanya untuk pamer. Pamer = terlihat lebih baik dari orang lain. Untuk apa saya perlu itu. Saya tidak seperti itu.
3️⃣teman berhenti kerja. Saya menghakimi. Karena saya sendiri tidak bisa, saya takut kehilangan stabilitas. Rasanya itu sangat sembrono. Padahal saya bertanggung jawab.
Memahami sikap Anda terhadap tindakan tertentu adalah tentang mencari keyakinan yang membatasi dalam diri sendiri. Yang dapat memengaruhi berbagai bidang kehidupan, tidak hanya komunikasi dengan orang tertentu.
Menyadari bahwa hal itu menghalangi Anda untuk hidup dan berkembang adalah langkah pertama menuju solusi.
Apa yang bisa dibantu oleh coaching?
Mengidentifikasi reaksi yang berulang. Melacak dalam situasi apa reaksi itu muncul. Memahami apa yang sebenarnya mendasarinya. Menentukan bagaimana Anda ingin bersikap. Belajar bergerak dari keyakinan baru.
Komentar
0Belum ada komentar.