▶️ Dengan munculnya kecerdasan buatan, disinformasi telah menjadi masalah serius. Jika digunakan secara jahat, AI dapat digunakan untuk membuat deepfake melalui sintesis gambar, teks, dan konten audio di internet. Oleh karena itu, Fujitsu mengumumkan pembentukan Frontria, sebuah konsorsium yang terdiri dari 50 organisasi global, untuk mengatasi masalah yang berkembang terkait disinformasi, informasi palsu, kerentanan sistem AI, dan kepatuhan terhadap peraturan.

▶️ Menurut Fujitsu, disinformasi telah menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 12,2 triliun yen sejak tahun 2023. Pada saat yang sama, perusahaan menghadapi risiko keuangan akibat ketidakpatuhan dan serangan siber. Oleh karena itu, tujuan Frontria adalah menciptakan aplikasi dan layanan yang andal, serta berbagi informasi tentang kasus penggunaannya. Perusahaan ini juga akan mempromosikan pengembangan teknologi mutakhir yang akan membantu memastikan akses yang aman ke teknologi kecerdasan buatan.

▶️ Untuk mengatasi masalah tersebut, Frontria akan menciptakan "kumpulan teknologi" yang akan mencakup mitra inovasi, pemasok kekayaan intelektual di bidang teknologi, pemasok data, mitra teknik, dan inkubator untuk berkolaborasi dan mencari solusi. Secara khusus, tiga kelompok komunitas dari konsorsium akan bekerja pada langkah-langkah untuk melawan disinformasi, memerangi informasi palsu dan konten palsu, memastikan kepercayaan untuk mengatasi masalah etika dan hukum di bidang AI, serta memastikan keamanan AI untuk penggunaan dan pengoperasian yang aman.

▶️ Pada saat yang sama, kelompok kerja akan berkontribusi pada pengembangan teknologi yang lebih baik dan penciptaan aplikasi. Selain itu, komunitas pengembang akan fokus pada pengembangan teknologi utama melalui pertukaran pengetahuan dan penyelenggaraan kompetisi.

MAX