Melanoma dari jeruk?
Ya, ini adalah salah satu faktor.


Menganalisis data lebih dari 100.000 petugas kesehatan yang diamati selama 24–26 tahun, dan mengevaluasi hubungan antara konsumsi jeruk dan risiko melanoma kulit.

Apa yang ditemukan
Orang yang makan/minum jeruk kurang dari 2 kali seminggu dianggap sebagai "normal" (risiko = 1,00).
Pada frekuensi ≥1,6 kali sehari, risiko melanoma 36% lebih tinggi (HR 1,36; 95% CI 1,14–1,63; p<0,001) setelah memperhitungkan faktor lain (usia, jenis kulit, sengatan matahari, paparan UV, merokok, dll.).
Di antara produk individu, hubungan paling jelas ditunjukkan oleh grapefruit: konsumsi ≥3 kali seminggu meningkatkan risiko melanoma sebesar 41% dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya (HR 1,41; 95% CI 1,10–1,82).
Menariknya, hubungan ini lebih kuat untuk melanoma di area dengan paparan sinar matahari terus-menerus (kepala, leher, lengan, dan kaki).

Mengapa bisa demikian?

Jeruk kaya akan psoralen dan furocoumarin — zat fotosensitisasi yang, di bawah pengaruh radiasi UV, dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit (mekanismenya dikenal dari terapi PUVA dan losion "penyamak" lama dengan psoralen).
Jeruk (juga seledri, peterseli, wortel) juga meningkatkan kemungkinan luka bakar setelah prosedur laser melalui mekanisme serupa.

Penting untuk dipahami
Melanoma adalah penyakit multifaktorial dan tidak ada satu penyebab pun, ini adalah hasil dari banyak faktor.
Rambut pirang atau merah meningkatkan risiko 2 kali lipat.
Memiliki lebih dari 11 tahi lalat di satu lengan kanan (bahu dan lengan bawah) meningkatkan risiko 5 kali lipat.
Pembawa varian patogen gen BRCA2 memiliki peningkatan risiko 2,5 kali lipat.

Kesimpulan praktis

Jika Anda banyak makan jeruk (terutama grapefruit) dan sering berada di bawah sinar matahari:
tingkatkan perlindungan terhadap sinar matahari (pakaian lebih baik daripada kosmetik, hindari sinar matahari langsung dari pukul 12 hingga 16, pantau indeks UV, gunakan SPF - jika metode sederhana tidak berhasil);
perhatikan kulit Anda ("tahi lalat" baru dengan bentuk tidak beraturan dan warna tidak biasa) dan periksakan ke dokter kulit secara teratur;
jangan berhenti makan buah: jeruk memiliki banyak manfaat yang terbukti.

@drakarasev