Evolusi IT-Infogypsy: dari CV Palsu hingga Menjadi Mentor Sendiri 🤡

Saya baru saja membaca wawancara yang menakjubkan dengan seorang "backend developer" berusia 20 tahun yang bekerja di bank besar dengan gaji 270k, namun tidak melakukan apa pun.

Seluruh perjalanan "jenius" ini adalah potret sempurna dari apa yang telah menjadi pasar perekrutan massal di perusahaan enterprise.

Perhatikan langkah-langkahnya:
1️⃣ Memalsukan pengalaman. Mencantumkan satu tahun kerja di "Monetka" fiktif untuk lolos filter HR.
2️⃣ Membeli mentor. Mentor memberinya rekaman wawancara bocor dari bank-bank target dan melatih karismanya. Pengetahuan teknis hampir nol, tetapi ia memiliki kemampuan untuk berbicara dengan percaya diri di panggilan.
3️⃣ Mendapatkan tawaran 270k di bank besar.
4️⃣ Terjebak dalam lubang hitam korporat. Dua bulan pertama ia hanya bangun, login, dan tidur lagi. Tidak ada yang memberinya tugas karena proses onboarding di bank mati.
5️⃣ Mendelegasikan pekerjaan ke AI dan... junior lain. Semua komunikasi ia salin-tempel ke ChatGPT, dan ketika bosan, ia menyewa seseorang dari grup chat mentornya sendiri. Ia memberikan akses, membayar 170k, dan menyisakan 100k untuk dirinya sendiri sebagai "manajemen". Omong-omong, orang itu juga mengerjakan pekerjaan serupa lainnya secara paralel.

Tahukah Anda apa tujuan pahlawan ini? Ia menyadari bahwa dengan bekerja sebagai karyawan, ia tidak akan mencapai target 10 juta per bulan. Jadi, ia... drum roll... meluncurkan program mentoring sendiri untuk mengajari orang lain "masuk ke IT"!

Lingkaran itu tertutup. Uroboros memakan dirinya sendiri.

Orang-orang yang tidak bisa menulis kode dan tidak memahami arsitektur mengajari orang lain cara lolos wawancara, sehingga mereka bisa mempekerjakan orang India/junior/AI untuk menulis kode bagi mereka.

Begitulah keadaan pasar IT kita.

👉🏻 Apakah para "pendatang baru" ini bersalah? Agaknya iya. Tapi mereka ada hanya karena sistem mengizinkan mereka ada.

👉🏻 Proses di perusahaan sudah sangat buruk. Jika seseorang bisa terdaftar selama dua bulan, menerima gaji, dan tidak menulis satu baris kode pun tanpa diketahui oleh tim lead-nya, masalahnya bukan pada Gen Z berusia 20 tahun itu. Masalahnya ada pada manajemen yang menggembungkan tim demi anggaran dan degradasi proses SDM.

👉🏻 Bisnis info benar-benar telah membunuh pasar junior. Ketika mereka berjanji "membawa Anda ke tawaran 300k dari nol" — Anda tidak akan diajari teknik. Anda akan diajari berbohong di CV, menghindari antifraud, dan menghafal 200 pertanyaan wawancara teratas.

Dalam situasi seperti ini, saya merasa kasihan pada semua orang.

Menurut Anda, apakah orang ini hebat karena memanipulasi pasar dan perusahaan?
👍🏻 — Ya, biarkan dia memerah mereka semua jika bisa!
👎🏻 — Dia pembohong dan penipu biasa, yang menyebabkan spesialis sejati tidak bisa mendapatkan pekerjaan.