Melanjutkan postingan sebelumnya tentang mengapa AS berisiko kalah dalam perlombaan AI. Di sana dibahas tentang fisika, stopkontak, dan open source. Tapi ada satu faktor kritis lainnya — budaya teknik.
Nathan Lambert (penulis Interconnects AI) baru-baru ini kembali dari tur ke laboratorium AI terkemuka di China dan membawa wawasan yang sangat menarik.
Sementara di perusahaan teknologi besar Amerika, para peneliti top berebut untuk mendapatkan posisi sebagai penulis artikel, membangun merek pribadi, tampil di podcast untuk membahas ancaman eksistensial AGI, dan terlibat dalam perang korporat karena ego (desas-desus tentang bubarnya tim Llama di Meta karena hal ini sudah lama beredar) — di China, pragmatisme total berkuasa.
Di sana, pengembangan didorong oleh para mahasiswa kemarin, yang tidak terbebani oleh sampah filosofis dan ego. Mereka tidak peduli dengan debat abstrak tentang alignment. Tugas mereka adalah secara pragmatis, metodis, dan tanpa banyak kebisingan, mengumpulkan model-model terbaik di dunia, memaksimalkan hasil dari perangkat keras yang tersedia. Dan, omong-omong, otoritas teknis absolut di pasar domestik adalah DeepSeek.
Dan kini DeepSeek sedang membentuk tim untuk membuat agen desktop — pesaing Cursor, Copilot, dan Claude Code.
Mereka membuka lowongan untuk product manager dan engineer, yang sangat signifikan.
Tesis utama mereka untuk tim baru adalah:
Model + Harness = AgentHarness Engineering — inilah yang akan dibayar paling mahal saat ini. LLM mentah sudah tidak terlalu menarik. Harness (pengikat) adalah segala sesuatu yang mengubah model bahasa menjadi agen otonom. Jika Anda ingin menjadi insinyur yang dicari, Anda harus berhenti menghafal algoritma pengurutan dan mulai memahami secara mendalam:
🔵 Agent Loop dan Tool Use.
🔵 Integrasi melalui MCP.
🔵 Context Engineering dan manajemen memori (Memory, Subagents).
Tapi bagian paling menarik ada pada persyaratannya. Dari seorang insinyur, DeepSeek menuntut kemampuan menulis kode berkualitas menggunakan AI di bidang dan bahasa yang sama sekali tidak ia kuasai.
Dan dari seorang product manager, mereka menuntut kemampuan vibe-coding, di mana latar belakang teknis tidak wajib. Product manager harus bisa membuat prototipe sendiri di Cursor atau Claude.
Apakah Anda mengerti ke mana arah semua ini?
Commentaires
0Aucun commentaire pour le moment.
Connectez-vous pour participer à la discussion.