
Halo, para sadar! 👋 Ingatkah saat kecil kita berguling-guling di karpet?
Nah, tahun lalu di media sosial muncul tren Adult Tummy Time. Ya-ya, kita resmi hidup di saat "berbaring tengkurap" menjadi fitness life hack tahun ini 🍼🧘♂
Apa itu?
Dasarnya adalah latihan untuk bayi yang ditengkurapkan agar mereka belajar mengangkat kepala dan dengan demikian memperkuat otot punggung. Intinya, ini adalah pose Sphinx. Anda cukup berbaring tengkurap selama 5–15 menit, membaca buku atau menatap ponsel (tapi sebaiknya jangan!)
Pendapat ahli saya:
1. Kontra-posisi terhadap gaya hidup kita. Kita menghabiskan sepanjang hari dalam posisi janin di depan laptop atau smartphone. "Berbaring tengkurap" adalah cara alami untuk "melawan" leher komputer, membuka dada, dan mengembalikan lekukan alami tulang belakang.
2. Drainase limfatik dan pencernaan. Tekanan ringan pada perut adalah pijatan lembut untuk organ dalam. Usus Anda akan berterima kasih.
3. Grounding. Di dunia yang serba kacau, berbaring di lantai adalah cara tercepat untuk menenangkan sistem saraf. Gravitasi melakukan semua pekerjaan untuk Anda.
Sebagai yogi dengan pengalaman bertahun-tahun, saya mendukung praktik yang efektif, tapi mari jujur: ini brilian dalam konsepnya, tapi...
Teknik itu penting. Adult Tummy Time bekerja dengan baik sebagai "reset" cepat untuk tulang belakang. Tapi jika dalam posisi ini punggung bawah terasa kencang, bahu naik ke telinga, dan kepala terlempar ke belakang, maka ada yang tidak beres!
Ini bukan obat mujarab. Berbaring tengkurap itu bermanfaat, tapi tidak menggantikan latihan yang lengkap. Tubuh kita diciptakan untuk bergerak, berputar, dan menjaga keseimbangan. "Waktu tengkurap" adalah camilan yang lumayan, tapi hidangan utama tetaplah aktivitas yang menyeluruh.
Vonis saya: tren ini adalah pembantu cepat, hanya jika tidak dijadikan alasan untuk tidak bergerak sama sekali.
Akan mencoba? Atau Anda berpikir bahwa tanpa keringat dan air mata, latihan tidak dianggap? 😄✨
Komentar
0Belum ada komentar.