Rubrik: "saya sering ditanya — siapa sih yang nanya".

Saya tidak pernah memiliki satu pun pidato publik di mana pertanyaan ini tidak muncul. Dan itu tidak mengherankan.

Kecerdasan buatan memasuki kehidupan kita dengan sangat cepat dan, bagi banyak orang, secara tak terduga. Pertanyaan "akankah mesin menggantikan kita?" sudah ditanyakan seratus tahun yang lalu, tetapi hari ini, dengan latar belakang lompatan teknologi seperti ini, prospek ini kembali tampak sangat nyata dan bahkan mengancam. Ketakutan dipicu oleh media yang dipenuhi dengan judul-judul seperti: "programmer tidak lagi dibutuhkan", "desainer digantikan oleh AI" dan seterusnya sesuai pola — "[masukkan profesi] tidak lagi dibutuhkan". Ini sangat berdampak pada pembaca yang tidak siap.

Saya segera menenangkan Anda, para pembaca yang terkasih. Kecerdasan buatan memang mengubah pasar tenaga kerja — dan pasar global secara umum. Tapi AI tidak akan menggantikan kita. Bukan sekarang, bukan besok, bukan dalam 50 tahun. Tapi ada satu catatan.

Lanjutan